aa
Jalan Provinsi Kaltim yang menghbungkan Sangasanga-Muara Jawa, di ruas Kampung Jawa, Sangasanga putus akibat tergerus aktivitas tambang batubara oleh PT ABN.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Ruas jalan Provinsi Kaltim antara Sangasanga-Muara Jawa putus akibat aktivitas tambang batubara yang dikabarkan atas nama PT Adimitra Baratama Nusantara (PT ABN) anak perusahaan dari PT Toba Bara, milih Menteri  Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Niaga.Asia, kejadian jalan putus akibat tanah di bawahnya tergerus aktivitas tambang batu bara sekitar pukul 14.00 Wita, hari ini, Kamis (29/11/2018).

Lokasi jalan yang putus dan membuat sejumlah rumah juga amblas, persisnya di kawasan  Kampung Jawa RT. 09, Kecamatan  Sangasanga, Kabupaten Kukar. Akibat longsornya badan jalan tersebut,  5 unit bangunan ditelan tanah dan terdapat 1 korban jiwa yang tertimbun material longsor dan masih dalam proses pencarian.

Dinasmisator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim, Pradarma Rupang membenarkan adanya peristiwa tersebut dan telah pula menerima informasi dari masyarakat. “Benar telah terjadi jalan longsong hingga putus di Kampung Jawa, Sangasanga,” kata Rupang ketika dihubungi Niaga.Asia. “Menurut masyarakat, perusahaan yang melakukan aktivitas  penambangan batubara di kawasan itu PT.ABN,” ujarnya.

ABN Menguasai 2.900 Hektar

                Berdasarkan profil PT ABN yang ada disitusnya, PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) didirikan pada tahun 2004, dan mengelola daerah konsesi pertambangan dengan luas area sekitar 2.990 Ha yang berlokasi di Desa Kampung Jawa, Kecamatan Sangasanga dan Desa Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Lokasi konsesi tersebut berjarak sekitar 30 km sebelah tenggara dari kota Samarinda,  dengan akses ke sungai Mahakam yang ideal. Selain melalui jalan, perjalanan dari kota Samarinda ke lokasi konsesi dapat pula dicapai dengan speedboat. Berdasarkan pada Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi No. 540/1691/IUP-OP/MB-{BAT/XII/2009 tanggal 1 Desember 2009, ABN melakukan kegiatan eksplorasi, penambangan batubara, dan pemasaran hasil produksi di lokasi tambangnya tersebut.

aa
Satuan pengamanan PT ABN berjaga-jaga di ruas jalan yang putus.

ABN mulai melakukan kegiatan eksplorasi dan pembangunan infrastruktur pada 2007, sedangkan produksi komersial dimulai pada 2008. Produk batubara ABN memiliki kalori 5200-5900 GAR yang termasuk dalam kelompok thermal coal dengan rank sub-bituminous dan bituminous. Berdasarkan laporan JORC oleh mining consultant PT Runge Indonesia per 31 December 2011, ABN memiliki sumber daya batubara 156 juta ton dan cadangan 117 juta ton.

Area tambang ABN terdiri dari 2 area utama yakni Timur ABN dan Barat ABN. Sistem penambangan yang dilakukan ABN merupakan sistem penambangan terbuka (surface open pit mining) dengan fokus pada overburden removal dan coal extraction. Batubara ABN memiliki kandungan abu yang rendah, sehingga tidak dilakukan pencucian (washing), hanya dilakukan proses peremukan (crushing).  Kegiatan penambangan ABN dilakukan oleh kontraktor PT Cipta Kridatama (CK) dengan penggunaan alat berat excavator dengan kapasitas maksimum 250 ton dan dump trucks dengan kapasitas maksimum 100 ton.

Kegiatan operasional ABN didukung oleh infrastruktur yang terdiri dari jalan hauling 4 km, coal processing plant (crusher) berkapasitas 1.800 ton per hour (tph), overland conveyor berkapasitas (OLC) 1.700 tph dengan panjang 4,7 km yang dapat mengantar batubara hingga ke jetty ABN. Di jetty, batubara kemudian dipindahkan melalui proses loading ke 300-foot barge dengan kapasitas muat hingga 8.000 ton. Kapasitas ROM (Run-of-Mine), crushed coal, dan jetty yang tergabung mencapai 580.000 ton. Crusher ABN memiliki kapasitas per tahun maks. 10 juta ton per annum.

aa
Ruas jalan Sangasanga-Muara Jawa yang putus di Kampung Jawa jadi tontonan masyarakat.

Setelah proses loading ke barge di jetty, batubara ditransportasikan melalui sungai Mahakam ke transhipment points di Muara Jawa (65 km) dan Muara Berau (120 km). Lokasi tambang yang ideal dimana jarak antara pit ke transhipment points relatif dekat memberikan suatu keunggulan bagi Perseroan dari segi jarak pengiriman ke para pelanggan yang mayoritas berasal dari negara-negara di Asia Pasifik. (001)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *