Komisi II DPRD Kaltim Akhmad Reza Pahlevi. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pernyataan keras dilontarkan anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmad Reza Pahlevi. Dia menyebutkan, minimnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari BUMD/Perusda Pemprov Kaltim, menjadi alasan Komisi II mengunjungi satu persatu aset yang dimiliki.

Salah satunya adalah Kariangau Kaltim Terminal (KKT), yang merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh BUMD Melati Bhakti Satya (MBS), yang beroperasi di bidang peti kemas. Sampai saat ini, MBS sendiri diketahui telah memiliki aset senilai Rp1,2 triliun.

“Kemarin, kunjungan lapangan ke Kariangau Kaltim Terminal atau KKT. Kita saat itu disambut, Direktur Utama dan Operasional, Suherman. Soalnya, jajaran direksi ada rapat dengan Pelindo IV DDI luar daerah,” kata Reza, Jumat (24/1/2020)

Ada banyak permasalahan yang ditemukan, dalam kunjungan ke KKT tersebut. Reza mengungkapkan, utamanya terkait dana dan pelaporan yang kurang lengkap.

Seperti, lanjutnya, laporan perusahaan secara keseluruhan bergerak di bidang apa saja, serta bagaimana perkembangannya selama ini. Lalu, terkait kendala serta implementasi penyertaan modal selama ini oleh pemerintah.

“Termasuk juga profit yang didapat selama ini seperti apa? Pembagian hasil dengan Pelindo IV seperti apa? Itu yang kita ingin tahu penjelasan dari Direksi nanti,” ucapnya.

Oleh karena itu, Komisi II DPRD Kaltim juga telah memanggil jajaran Direksi KKT, untuk penjabaran laporan secara rinci, Senin (20/1) mendatang, di DPRD Kaltim.

Terakhir, politisi Gerindra itu juga menegaskan, harus ada pertanggungjawaban dari tiap BUMD di Kaltim untuk membantu pembangunan di Kaltim.

“Yang kita harapkan, kedepan Perusda bisa lebih mandiri. Bukan hanya sekedar namanya saja Perusda, tetapi tidak bisa membantu peningkatan PAD Kaltim,” pungkasnya. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *