aa
Tim SAR mengevakuasi jenazal almarhum Arman ke rumah duka, setelah ditemukan Senin (7/1) sore. (Foto Basarnas Kaltim-Kaltara)

BONTANG.NIAGA.ASIA-ASIA-Tim SAR (Search and Resque) dari berbagai unsur yang dikoordinir Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Kaltim-Kaltara), Senin (7/1) sore, sekitar pukul 16.40 Wita sudah menemukan Arman (25) dalam kondisi meningga dunia.

“Korban ditemukan di sekitar bagang di Pulau Beras Basah, perairan Bontang. Jenazah korban sudah dievakuasi ke Bontang untuk divisium di rumah sakit. Sore ini juga diserahkan ke keluarga almarhum untuk dikebumikan,” kata Kepala Kantor Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan (Kaltim-Kaltara), Gusti Anwar Mulyadi melalui Kepala Seksi Operasi, Octavianto, Senin (7/1) sore. Tim SAR Gabungan dalam dua hari pencarian dalam radius 7,5 km2. Kendalanya gelombang mencapai ketinggian 1 meter dan angin kencang,” kata Octavianto.

Tim SAR Gabungan Masih Mencari Arman yang Hilang di Perairan Bontang

Terjadinya peristiwa yang membahayakan nyawa manusia, berupa hilangnya Arman, pertama dilaporkan  Syamsuddin, anggota BPBD Kota Bontang pada di perairan Bontang, Pulau Beras Basah pada posisi N 0° 03′ 49.30″ E 117 33′ 21.40″. “Hilangnya Anwar diberitahukan kakak kandungnya Saharuddin,” ungkap Octa.

Kronologisnya, pada pukul.17.45 Wita, Sabtu (5/1), korban Arman dan kakak kandungnya,  Saharuddin, berangkat dari Bontang menuju bagang di sekitar P. Beras Basah. Setibanya di bagang ternyata korban tidak lagi berada di kapal. Kakaknya berusaha mencari tapi tidak ketemu. Akhirnya Saharuddin kembali ke Bontang dan melaporkan kepada Thamrin dan diteruskan ke BPBD Kota Bontang.

Pagi Minggu, kata Octa sejak pukul 06.00 Wita Tim SAR sudah bergerak ke lokasi diperkirakan hilangnya korban. Hingga sore ini  tim masih di lapangan melakukan pencarian. Hasilnya korban belum ditemukan,” ujar Octa.

Unsur SAR yang melakukan pencarian di perairan Bontang terdiri dari petugas dari Pos Pencarian dan Pertolongan Kutim, BPBD Bontang, PMI, Polisi Air, Lanal, dan warga. Sedangkan alat yang digunakan adalah perahu bermesin. “Dengan ditemukannya korban maka tium dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” kata Octa. (001)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *