AA
Komisi III DPRD Kaltim saat meninjau Terminal Lempake, Samarinda dalam rangka sidak arus mudik lebaran, Rabu (29/5) siang.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Memasuki H-8 Idul Fitri 1440 Hijriah atau jelang musim mudik, terminal bus lempake masih sepi pemudik. Hal tersebut terlihat ketika Komisi III DPRD Kaltim melakukan inspeksi mendadak ke Terminal Lempake, Samarinda, Rabu (29/5).

Didampingi Dinas Perhubungan Kaltim, dan Kepala Terminal Lempake, anggota Komisi III DPRD Kaltim yang melakukan inspeksi mendadak yakni, Agus Suwandi, Edi Sunardi, Gamalis, Dahri Yasin, Veridiana Huraq Wang, Sapto Setyo Pramono, Syafruddin, dan lainnya.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin mengatakan dari hasil pantauan pihaknya pada areal tempat tunggu penumpang sangat sepi dan beberapa fasilitas di lingkungan terminal memang perlu dilakukan pembenahan. “Ada beberapa bangunan yang perlu diperbaiki, termasuk yang tak kalah pentingnya adalah penerangan dan sarana air bersih serta pemberian tempat stategis bagi para pedagang,” tuturnya.

Terkait dengan kelayakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan pemudik, ia mengaku hal itu sudah dilakukan oleh dinas terkait beberapa waktu lalu. “Secara kasat mata armada bus yang ada terlihat layak,” ujarnya.

Senada, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandi menyebutkan bahwa provinsi Sudah menganggarkan untuk perbaikan sarana dan prasarana di beberapa terminal dan Bandara APT Pranoto di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2019, dan tinggal menunggu pelaksanaannya dari Dinas PU Kaltim.

“Jadi tanggungjawab provinsi untuk melakukan pembenahan dan pemenuhan fasilitas publik yang memadai baik di terminal yang menjadi kewenangan provinsi. Perbaikan tak ada hubungan meningatnya jumlah penumpang tetapi lebih kepada pemenuhan rasa aman dan nyaman ketika menggunakan kendaraan umum,” sebutnya.

Kepala Terminal Lempake, Samarinda Jafar menuturkan penurunan angka pemudik sampai H-8 belum terlihat lonjakan penumpang bahkan diprediksi hingga H-1 kondisinya kurang lebih sama. Bukan tanpa alasan, Jafar menjelaskan bahwa sepinya penumpang sudah dialami sejak beberapa tahun terahir dan puncaknya di tahun ini. “Kios di areal terminal banyak yang kosong karena sepi,” katanya. Ia menilai, penurunan penumpang setiap tahunnnya lebih disebabkan oleh masyarakat atau pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi maupun taksi plat hitam sehingga berdampak pada pengguna bus. (adv/hms4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *