jembatan
Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak di Jembatan Mahkota II Samarinda.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Sejak dilakukan uji coba Desember tahun lalu, hingga sekarang Jembatan Mahkota II Samarinda baru diperbolehkan dilintasi kendaraan kecil (roda 2 dan roda 4), sedangkan untuk kendaraan besar (roda 6 lebih) masih tertutup. Kondisi demikian dipertanyakan masyarakat apakah Jembatan Mahkota II hanya untuk kendaraan kecil.

Tentang sertifikasi  laik fungsi Jembatan Mahkota II untuk kendaraan besar belum diperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kota Samarinda, Hero Mardanus maupun Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Samarinda, Hairin Tauvani karena saat dihubungi Niaga.asia, Minggu sore (18/02), telepon genggam keduanya tidak aktif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah maupun Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, H Ismansyah juga tak bisa dimintai klarifikasinya soal sertifikasi laik fungsi Jembatan Mahkota II tersebut karena, Hidayat saat dihubungi, meski teleponnya aktif tapi tidak diangkatnya. Sedangkan telepon seluler Ismansyah tidak aktif.

Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sambutan dengan Palaran sepanjang 1,2 kilometer tersebut sudah dilakukan uji 14 Januari 2017 dengan melibatkan 22 dump truck. Tapi hingga diresmikan Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak dan Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang pada tanggal 8 Pebruari 2018, sertifikat laik operasi Jembatan Mahkota II belum diterima dari  tim uji laik fungsi jalan dan jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pilar ke 3 dan 4 bermasalah

Sumber Niaga.asia yang mengerti masalah teknis jembatan menyebutkan, apablila Jembatan Mahkota II itu benar-benar laik fungsi, hasil uji kelaikan tidak memerlukan waktu lama untuk diterbitkan Kementerian PUPR. “Saya rasa ada masalah dengan jembatan tersebut,” ucap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu sumber dari sub kontraktor dari kontraktor utama pembangunan Jembatan Mahkota II, PT Agrabudi Karyamarga pada Niaga.asia mengaku pernah dimintai jasa untuk melakukan penguatan (penyuntikan) pada pilar ke 3 dan 4 Jembatan Mahkota II. “Seingat saya dikedua pilar itu perlu dilakukan penyuntikan di 100 titik,” katanya. “Setelah dilakukan penguatan, hasil tak bisa maksimal, tetap membuat lantai jembatan di pilar 3-4 agak melintir. Konstruksi melintir itu membuat cable penahan lantai kencang sebelah,” ujarnya. (001)

 

 

.

1 komentar “Jembatan Mahkota II Hanya untuk Kendaraan Kecil?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *