Joha Fajal Dukung Proses Hukum Terhadap Oknum yang Memalsukan Kartu Vaksin  dan PCR

Pers rilis pengungkapan sindikat pemalsu kartu vaksin dan PCR di Mapolresta Samarinda, Rabu (4/8). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA– Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, H Joha Fajal mendukung Polresta Samarinda melakukan proses hukum terhadap oknum-oknum, termasuk dari pegawai yang bekerja di Puskesmas yang telah memalsukan kartu vaksin surat keterangan hasil PCR, kemudian memperdagangkannya.

“Siapapun dia dan apapun jabatannya itu seharusnya menjadi warga negara yang baik.  Harus patuh juga di depan hukum. Baik itu pegawai negeri atau apa saja,” kata Joha ketika diminta tanggapannya, Senin (9/8/20210.

“Kita sih sangat sedih juga, dalam kasus yang diungkap Polresta Samarinda tanggal 4 Agustus lalu itu, dari 9 tersangka, ada 1 orang pegawai Puskesmas terlibat,” sambungnya.

Menurut Joha, perbuatan oknum-oknum tersebut, jelas-jelas melanggar hukum dan membahyakan kesehatan masyarakat, dari itu pantas dihukum. Keterlibatan oknum pegawai Puskesmas itu juga mempermalukan Pemerintah Kota Samarinda, karena pemerintah tengah berjuang melawan pandemi Covid-19 yang menelan banyak korban jiwa, oknum-oknum itu mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi.

“Sangat miris sekali sampai ada pemalsuan seperti itu, Sebenarnya kan tujuan tes PCR  dan vaksin untuk mendeteksi bahwa orang yang naik pesawat benar-benar sehat. Tapi dengann adanya pemalsuan itu semuanya jadi kacau,” ungkap Politikus Nasdem.

“Seluruh pimpinan Puskesmas harus lebih awas mengawasi pegawainya agar kejadian serupa tak terulang lagi,” tegasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat tidak menggunakan cara-cara ilegal dan tidak masuk akal, tidak sah untuk mendapatkan kartu bukti sudah divaksin atau hasil tes PCR dengan cara membeli dari orang yang tidak berwenang membuat dan  menerbitkan kedua surat tersebut.

“Kalau Anda mendapatkan kedua surat itu secara ilegal, secara administrasi sepertinya Anda orang  sehat, padahal aslinya belum tentu, atau bisa jadi tidak sehat sama sekali, karena  sebelumnya tidak divaksin dan di tes,” tutupnya.

Penulis : Muhammad Fahrurozi : Editor : Intoniswan

Tag: