Johan Diterkam Buaya di Sungai Sembakung, Anaknya Selamat

Warga Desa Tepian menggunakan perahu mencari Johan yang hilang setelah dimangsa buaya, hari ini, Jumat (24/6/2022). (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Buaya di sungai Sembakung, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara kembali memangsa orang. Kali ini korbannya warga Desa Tepian bernama Johan (40)  yang sedang menjalan ikan bersama anaknya antara pukul 14:00 – 15:00 Wita, Jum’at (24/06/2022).

“Korban Johan (40) menjala ikan bersama anaknya, tiba-tiba buaya menerkam dan penarik korban masuk ke sungai. Sedangkan anak Johan selamat,” kata Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan wilayah Sembakung, Yusran.

Laporan hilangnya Johan diterkam buaya disampaikan oleh anaknya yang selamat dari kejadian itu, teriakan anak korban meminta tolong didengar warga sekitar tambak.

Anak korban yang melihat orang tuanya diterkam buaya melompat dari perahu dan berenang ke tepian sungai. Dalam keadaan ketakutan ia  berlari menuju tambak memberitahukan kejadian yang menimpa bapaknya ke warga – warga sekitar tambak.

“Koban diseret buaya dibawa ke pohon – pohon nipah,” kata Yusran.

“Syukurlah anaknya bisa menyelamatkan dirinya,” sambungnya.

Usai mendengar cerita anak korban, sejumlah warga bergegas ke lokasi kejadian, namun tidak ditemukan jejak korban dan buaya, kemungkinan korban hilang diseret masuk ke dalam sungai.

Upaya pencarian korban dilakukan warga dengan cara menyisir pinggiran sungai sekitar hutan bakau dan pohon nipah menggunakan perahu hingga pukul 18:00 Wita. Jarak lokasi kejadian sekitar 5 jam dari pusat Kecamatan Sembakung, tapi belum ditemukan.

“Tahun 2020 pernah nelayan diterkam buaya di lokasi itu, korbannya tidak ditemukan. Kita belum tahu apakah buaya yang sama memangsa Johan,” ujarnya.

Yusran menerangkan, keberadaan buaya sudah tidak asing di Kecamatan Sembakung, sering  masyarakat melihat kemunculan buaya besar dan kecil di sekitar tepian sungai yang biasa digunakan warga mencari ikan.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: