Press release harian yang disampain Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan. (Foto: Mansyur/Niaga.Asia)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan sudah melakukan upaya tindakan pada jamaah Ijtima dan tabligh akbar di Gowa, Sulawesi Selatan. Terbaru, Selasa (24/3) lalu, 16 orang jamaah masjid masuk pendataan.

“Sebanyak 14 orang merupakan penduduk kota Tarakan, dan 2 orang berasal dari luar Tarakan. Dari pendataan dan skrining yang dilakukan oleh Puskesmas Juata, didapatkan hasil 7 orang tidak sehat dan mengalami batuk pilek,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Tarakan, dr Devy Ika Indriana di Tarakan, dalam penjelasan resmi, Rabu (25/3).

Dia menerangkan, bahwa jamaah yang sakit suudah mendapatkan perawatan kesehatan dan masker dari Puskesmas Juata, dan akan dilakukan pemantauan kesehatan secara rutin.

Data jamaah yang melaporkan diri dan informasi warga yang melaporkan ke hotline sebanyak 8 orang, yang tersebar di beberapa wilayah di Tarakan.

“Pemantauan kedatangan jamaah Tabligh Akbar yang sudah ada di rumah harus melakukan isolasi diri dengan tetap tinggal di rumah, sampai dengan 14 hari ke depan setelah kedatangan di kota Tarakan,” kata Devy.

Saat ini, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Tarakan sebanyak 7 orang, dimana jumlah PDP yang negatif sebanyak 2 orang. Sedangkan yang masih dalam perawatan 5 orang.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sudah menjalani pemantauan sebanyak 14 orang dan dinyatakan sehat serta mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas.

“Masyarakat yang melaporkan diri ke hotline Dinas Kesehatan, setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit, tanpa gejala dengan kondisi sehat sebanyak 245 orang dan akan terus dilakukan pemantauan kondisi,” kata Devy.

Kemudian yang kontak erat resiko tinggi ada 2 orang dan tetap dilakukan karantina rumah dan pemantauan kondisi kesehatan. (003)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *