Sebaran hoaks warga Samarinda terkapar akibat terpapar virus Covid-19. (Foto : tangkapan layar)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Beredar kabar, ada warga Jalan Biawan di Samarinda, terkapar akibat terpapar virus Corona (Covid-19). Diduga, penyebarnya adalah aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di Samarinda. Kabar itu dipastikan kabar bohong.

Penelusuran Niaga Asia, tangkapan layar (screenshoot) dari percakapan/tulisan di WhatsApp Messenger, menyebar sejak Minggu (29/3) malam. Bahkan, salinannya unggahan juga menyebar via grup WhatsApp sampai Senin (30/3) malam.

Kepala Diskominfo Samarinda Syarif Hidayatullah memastikan, kabar pasien terkapar di Jalan Biawan itu tidak benar, dan sudah diklarifikasi Plt Kadinkes Samarinda Ismed Kusasih.

“Tidak ada (pasien positif terkapar). Sampai sekarang, di Samarinda hanya 1 yang positif,” kata Syarif, dikonfirmasi, Senin (30/3) malam.

Dia menegaskan, informasi resmi soal kasus Covid-19, hanya disajikan Dinas Kesehatan, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Ismed Kusasih, sebelumnya juga dikonfirmasi terkait ketidakbenaran informasi beredar, warga Jalan Biawan terkapar akibat terpapar Covid-19. Pasien positif, kata dia, hanya berdasarkan hasil tes laboratorium PCR.

“Samarinda, baru satu orang yang positif. Lab PCR di Indonesia baru 5 atau 6 di luar Kalimantan. Itu sekarang ngantri karena ribuan sampel, dari seluruh Indonesia. Makanya nunggu hasil lab itu sekarang bisa 5-7 hari,” sebut Ismed.

Namun demikian, masih dalam kesempatan konfirmasi, baik Aji Syarif Hidayatullah dan Ismed Kusasih, tidak mengomentari soal dugaan ASN yang melakukan penyebaran hoaks itu. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *