Kadis Kominfo Kaltim Minta Kepala Desa Abaikan Tagihan Berlangganan Internet

Kepala Diskominfo Kaltim, HM Faisal. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Kominfo Kaltim), HM Faisal minta seluruh kepala desa di kaltim yang sudah difasilitasi mendapatkan jaringan internet gratis dari Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mengabaikan tagihan berlangganan internet, baik dari oknum maupun oknum atas nama perusahaan apapun.

“Intinya jangan layani dan jangan berkomunikasi dengan orang yang datang melakukan tagihan berlangganan internet yang sudah diberikan Pemprov Kaltim, karena oknum yang melakukan penagihan tersebut adalah penipuan,” kata Faisal dalam konferensi pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Senin (2/3/2026) sore.

Menurut  Faisal, dia sudah mendapat informasi ada oknum yang datang ke kepala desa melakukan penagihan berlangganan internet yang dipasang Pemprov Kaltim di kantor-kantor desa, bahkan ada dua kepala desa yang melaporkan langsung ke dirinya.

“Saya sudah minta untuk diabaikan oknum yang datang minta iuran berlangganakan internet, sebab semua internet masuk desa yang difasilitasi Pemprov Kaltim sudah include dengan iuran tiap bulan yang dibayarkan,” paparnya.

Desa-desa yang akan difasilitasi Pemprov Kaltim terhubung dengan jaringan internet tahun 2026. (Foto Diskominfo Kaltim)

Internet masuk desa yang difasilitasi Pemprov Kaltim, iurannya dibayarkan Pemprov Kaltim sepanjang tahun, dan itu berlaku sampai tahun 2029 nanti, atau sepanjang masa jabatan gubernur-wakil gubernur Rudy Mas’ud-Seno Aji.

“Gratis sampai tahun 2029,” tegas Faisal.

Tinggal 32 desa

Menurut Faisal,  sampai akhir tahun 2025, Pemprov Kaltim sudah memfasilitasi 802 desa mendapatkan jaringan internet di Kaltim. Sisanya 39 desa yang belum terjangkau internet akan difasilitasi tahun ini, atau on progres.

“Sampai akhir tahun 2025, sebanyak 95,4% desa sudah menikmati internet, sianya 4,6% diusahakan tahun ini, 2026,” katanya.

Sebaran 39 desa yang akan difasilitasi internetnya tersebut, kata Faisal, tersebar di 5 kabupaten dengan rincian di Berau tinggal 1 desa yaitu Biatan Ilir, di Kutai Barat masih ada 23 desa, Kutai Kartanegara 5 desa, yakni Sebelimbingan, Suka Damai, Gas Alam Badak I, Sidomulyo, dan Loa Lepu.

Kemudian di Kutai Timur 2 desa masing-masing Karya Bhakti dan Suka Damai, kemudian terakhir di Paser sebanyak 8 desa, yaitu Lolo, Padang Jaya, Keluang Paser Jaya, Lombok, Kerta Bhakti, Janju, Jone, dan Senaken.

Khusus di Kutai Barat, dari 23 desa yang akan difasilitasi dapat internet tahun ini, salah satu problem yang dihadapi adalah 14 desa diantaranya belum berlistrik, tapi berdasarkan koordinasi dan komunikasi, 14 desa itu tetap minta difasilitasi jaringan internet, nanti mereka akan menggunakan genset untuk terhubung dengan internet.

Faisal menjelaskan, internet masuk desa yang jadi program Pemprov Kaltim, rinciannya 439 desa menggunakan  jaringan fiber optik, sebanyak 131 desa celluler, dan 232 desa disambung dengan satelit.

Operator yang melayani internet ke desa dengan fiber optik ada 7, masing-masing Telkom Indonesia,  Telkomsel, Comtelindo, dan ICON+, Telkomsat, Bestcamp, dan PSN.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: