aa
Tiga siswa SDN 012 Sei Banjar, Desa Binusan mengikuti Ujian Nasional tahun 2019. (Foto Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sejumlah sekolah penyelenggara Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat Sekolah Dasar dan sederajat menjadi pilihan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan H. Junaidi dalam kunjungan pengawasan pelaksanaan UAS 2019.

“Hari pertama UAS tanggal 15 April kami kunjungi beberapa sekolah yang khusus di pelosok Kecamatan Nunukan diantaranya SDN 012 Desa Binusan,” katanya, Senin (15/04/2019).

SDN 012 berlokasi di Sei Banjar, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, letak sekolah sangat jauh dari pemukiman penduduk dan apabila musim hujan, jalan menuju sekolah becek tergenang air, anak-anak terkadang tidak masuk sekolah.

Karena sulitnya transportasi menuju sekolah, beberapa siswa pindah ke sekolah lain, praktis jumlah siswa berkurang tinggal 80 orang dengan siswa kelas VI yang mengikuti ujian sebanyak 3 orang. “Saya kaget peserta UAS di SDN 012 cuma 3 orang, berbeda jauh dengan SD negeri dan swasta lainnya,” ucap Junaidi.

Rata-rata pendududk di sekitar sekolah berprofesi sebagai pekerja kebun, dengan alasan itulah, Disdikbud Nunukan mengikutkan SDN 012 dalam penandatanganan MoU program makanan tambahan anak sekolah tahun 2019.

Program makanan tambahan bergizi tingkat SD dikuti 20 sekolah yang berada di lokasi terpencil, pemberian makanan bergizi diberikan setiap 1 minggu sekali dengan menu makanan berbeda – beda tiap minggu.“Makanan bergizi untuk pelajar ini dianggarkan oleh APBN tahun 2019 khusus untuk sekolah terpencil dengan ekonomi penduduk rendah,” bebernya.  Usai mengunjungi SDN012 Sei Banjar, rombongan Disdikbud Nunukan melanjurkan monitoring ke SDN 009, SDN 006 dan SD 1 Muhammadiyah yang berlokasi di Kecamatan Nunukan.

Khusus untuk SDN 09 Sei Fatimah, perserta UN diikuti sebanyak 28 orang terdiri 23 orang siswa kelas VI ditambah 5 orang siswa titipan dari SD Sekapal Filial, satu siswa berhalangan hadir karena orang tuanya meninggal dunia. “Siswa SD Sekapal Filial terdaftar di UN di SDN 09 Sei Fatimah, disana fasilitas dan sarana sekolah serta jumlah murid telah tercukupi,” kata Kadisdikbud.

Sementara itu, SD swasta 1 Muhammadiyah Nunukan jumlah perserta UN 25 siswa, kedadtangan Kadisdikbud Nunukan disana dimanfaatkan para tenaga pengajar untuk berdiskusi dan dialog terkait upaya bersama memajukan pendidikan.“Perbincangan kita sangat menarik, banyak hal positif usulan guru SD Muhamadiyah untuk kemajuan pendidikan. Saya janji memperhatikan keinginan mereka,” tuturnya.

Junaidi menyebutkan, dengan memantau kegiatan ujian sekolah, kami berharap dapat bersilaturahmi dengan guru dan melihat langsung sekolah, semoga kita semua terus memberikan yang terbaik untuk pendidikan demi kecerdasan anak bangsa. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *