Kajari Nunukan: Tiga Kurir Sabu Dimungkinkan Dituntut Hukuman Seumur Hidup atau Mati

Kajari Nunukan Yudi Prihastoro bersama Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto, Danlanal Nunukan Letkol (P) Arief Kurniawan Hertanto, Kepala Pengadilan Nunukan Herdiyanto Sutantyo memusnahkan narkotika sabu 48 kilogram. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Tiga orang  tersangka kurir narkotika golongan I jenis sabu seberat 47 kilogram yang tertangkap di  Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dimungkinkan dituntut hukuman seumur hidup, bahkan pidana mati.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan Yudi Prihastoro mengatakan, melihat banyaknya barang bukti kejahatan ketiga tersangka,  sangat memungkinkan ketiga tersangka dituntut hukuman maksimal pidana mati,  atau setidaknya seumur hidup.

“Kita sudah pernah menangani kasus sabu 20 kilogram dengan vonis hukuman seumur hidup,” kata Yudi Prihastoro usai mengikuti press release pemusnahan sabu 48, 055 kilogram di Polres Nunukan, Rabu (03/08/2022).

Ketiga tersangka masing-masing IH (32) warga Jalan Sei Fatimah, Kecamatan Nunukan, ND (38) warga negara  Indonesia,  pekerja di Tawau, Sabah, Malaysia,  dan AA (44) warga Juata Permai, Tarakan. Ketiganya tertangkap di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Rabu 20 Juli 2022 lalu.

Tersangka diamankan tim gabungan Polda Kaltara atas dugaan membawa sabu sebanyak 5 karung berisi 47 kilogram, yang dikemas dalam bungkus teh cina merk Guan Yin Wang seolah – olah  barang bawaan biasa milik penumpang kapal.

“Nanti kita lihat fakta persidangannya, pelaku IH berbuat apa, ND berbuat apa dan AA berbuat,’ sebutnya.

Meski berstatus kurir yang dibayar untuk mengambil dan membawa barang ke lokasi tujuan, ketiga tersangka dapat diberikan hukuman maksimal Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yakni pidana paling berat hukuman mati.

Yudi menuturkan, segala  yang disampaikan pelaku dalam penyelidikan mungkin saja lebih berat lagi ketika dalam fakta persidangan. Karena itu, Jaksa Penuntut Umum harus jeli dan mampu menggali fakta lain yang dapat lebih menjerat pelaku.

“Kita lihat nanti peran masing-masing di fakta persidangan, soal apakah dimungkinkan kurir dapat hukum mati, jawabnya sangat memungkikan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Kaltara pengungkapan narkotika golongan  I jenis sabu sebanyak 5 karung dengan berat 47 kilogram hasil tangkapan di perbatasan Indonesia Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Rabu 20 Juli 2022

Sabu asal Malaysia dibawa oleh IH (32) warga Jalan Sei Fatimah, Kecamatan Nunukan, yang berperan sebagai main aktor atau pengantar perjalanan kurir dan memastikan paket narkoba tiba sampai tujuan.

Selanjutnya, ND (38) seorang Warga Negara Indonesia sehari-hari bekerja sebagai petani di Tawau, Sabah, Malaysia, berperan selalu pembawa paket sabu dari Tawau hingga Bambangan, Kecamatan Sebatik Indonesia.

IH dan ND adalah kurir yang dibayar oleh  EZ seoranag warga Tawau, Sabah Malaysia, untuk mengantarkan sabu dari Tawau menuju Bambangan, kecamatan Sebatik, lanjut menuju Palu.

Usai mengamankan dua pelaku, tim gabungan Polda Kaltara kembali mengamankan seorang warga Juata Permai, Tarakan, inisial AA (44) yang berperan sebagai membawa paket narkotika dari Nunukan menuju Pare Pare, Sulawesi Selatan lanjut ke Palu, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ketiganya dijanjikan mendapat upah bayaran RM 500.000 atau setara dengan Rp 1,65 miliar. Pembayaran upah rencananya dilakukan setelah narkotika tiba di Palu.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: