Yohanes Traksin menunjukkan surat tanda terima laporan polisi (SPPTL) kepada wartawan, Jumat (26/4) kemarin. Kasus dugaan kelalaian itu, juga mendapat pendampingan KPAI Provinsi Kaltim (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Otniel Kewo, bayi laki-laki usia kurang 12 jam yang meninggal di perawatan bayi RSUD AW Syachranie, dimakamkan di pemakaman di Sungai Siring, Samarinda. Kasus itu kini bergulir di kepolisian, dengan dugaan kelalaian. Kalau diperlukan, makam bayi itu bakal dibongkar untuk kepentingan penyelidikan.

“Terkait meninggalnya bayi di rumah sakit, dan viral di media, kita tindaklanjuti dengan penyelidikan atas laporan orangtua bayi,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, kemarin.

Sudarsono menerangkan, tidak menutup kemungkinan, makam bayi malang itu akan dibongkar untuk kepentingan penyelidikan, apabila dianggap perlu. “Iya, kalau dianggap diperlukan, akan kita lakukan pembongkaran makam,” ujar dia.

Pendeta Yohanes Traksin, penerima kuasa keluarga juga orangtua bayi Otniel mengatakan, pelaporan ke polisi bertujuan agar penanganan sebab meninggalnya bayi Otniel, jadi terang benderang.

Baca juga :

Dinyatakan Sehat, Bayi Meninggal di RSUD AW Syachranie Berujung ke Polisi

“Harus ditangani semaksimal mungkin. Kalau perlu dilakukan autopsi, harus, siap bongkar makam untuk penyelidikan kepolisian,” terang Yohanes.

Siang ini tadi, ibu kandung bayi Otniel, menjalani pemeriksaan penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda. “Ibu korban dimintai keterangan, menindaklanjuti laporan kemarin,” tambah Yohanes

Manajemen RSUD AW Syachranie Samarinda merespons. Melalui Humas dr Arysia Andhina, keluhan itu, menurutnya sedang diverifikasi oleh tim internal rumah sakit. Bayi laki-laki dengan berat 2,4 kilogram itu, memang tercatat lahir dari pasangan orangtua Rizki Kewo dan Trivena Sengkey, Minggu (21/4) malam pukul 20.28 WITA, dengan kelahiran cesar. Hingga Senin (22/4) meninggal sekira pukul 06.15 WITA di ruang perawatan bayi.

“Keluhan itu, sudah kami sampaikan ke direksi, dan ada instruksi untuk melakukan verifikasi terkait keluhan itu,” kata Arysia. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *