aa
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyerahkan penghargaan PUPR Tahun 2018.

JAKARTA.NIAGA.ASIA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  memberikan penghargaan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang berprestasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur bidang PUPR di wilayahnya. Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Penghargaan PUPR 2018.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meraih penghargaan dan berada di Peringkat I di kategori Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Jalan Tol . Kaltim lebih unggul dari Jawa Tengah dan Sulawesi Utara yang berada di peringkat II dan III.

Kemudian Pemenang Penghargaan Mitra Kerja PUPR, Menteri PUPR memberikan penghargaan kepada PDAM  kategori jumlah pelanggan 10.000-20.000 sambungan rumah tangga kepada PDAM Tirta Segah Kabupaten Berau. PDAM Apa’ Mening, Kabupaten Malinau mendapat penghargaan pada kategori pelanggan kurang dari 10.000 sambungan rumah tangga.

Sedangkan Kota Balikpapan menerima penghargaan kategori Waste to Energy. Balikpapan berada di Peringkat II Peringkat I ditempati Kota Surabaya dan Peringkat III Kabupaten Malang. Penghargaan Komunitas Peduli Sungai (KPS) diterima Provinsi DKI Jakarta : KPS Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung), Provinsi Kalimantan Timur : KPS Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) Samarinda.

GMSSSKM Samarinda Kembali Terima Penghargaan dari Kementerian PUPR

Ditanya Menteri PUPR, Apa yang Bisa Dibantu, GMSSSKM: Restorasi Total Karang Mumus

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Penghargaan PUPR 2018, Jumat (7/12). Penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah yang inovatif dalam penyelenggaraan, pelayanan, dan penyediaan infrastruktur PUPR. Indikator penilaian meliputi inovasi, kebaruan, dan praktik terbaik (best practice) dalam penyelenggaraan infrastruktur.

Menteri Basuki mengatakan penghargaan akan memberikan gambaran kepada pemerintah pusat mengenai kinerja dan kapabilitas pemerintah daerah dalam penyelenggaraan infrastruktur PUPR. Dengan demikian, akan memudahkan pemerintah pusat dalam melakukan pembinaan dan perencanaan pembangunan secara nasional di masa mendatang.  “Ini merupakan hasil kerja Bapak semuanya yang perlu kami apresiasi dalam pelayanan masyarakat,” kata Basuki dalam acara Penghargaan PUPR 2018, Jumat (7/12).

Basuki melanjutkan sinergi menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam empat tahun terakhir. “Pembangunan infrastruktur yang telah banyak dirasakan manfaatnya dan memperoleh apresiasi dari masyarakat, tidak akan terwujud tanpa adanya kerjasama yang baik antara Kementerian PUPR, pemerintah daerah, serta keterlibatan dunia usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan PUPR tahun 2018 ini mengambil tema Inovasi Penyelenggaraan Pembangunan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan. Tahun ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2016. Semula penghargaan ini dinamakan sebagai Penghargaan Kinerja Pemerintah Daerah (PKPD) Pekerjaan Umum, yang diberikan setiap tahun.

Sejak tahun 2015, Penghargaan PUPR diberikan setiap dua tahun sekali, yang disesuaikan dengan dinamika perubahan kelembagaan kementerian, yaitu penyatuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penghargaan PUPR 2018 terbagi dalam tiga kategori, yaitu Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Waste to Energy, dan Inovasi Penerapan Teknologi Penyelenggaraan Infrastruktur PUPR.

Basuki menuturkan Kementerian PUPR akan memberikan apresiasi dalam bentuk program pembangunan infrastruktur PUPR masing-masing sebesar Rp20 miliar. Program infrastruktur PUPR tersebut akan disesuaikan dengan program prioritas di masing-masing daerah. “Jadi pemenangnya nanti segera mengusulkan program sehingga pada 2019 bisa kami bisa bangun baik jalan, irigasi, atau bendungan dengan anggaran sebesar Rp20 miliar,” kata Basuki.

Kementerian PUPR juga memberikan penghargaan kepada mitra kerja yang dinilai berprestasi, yaitu mitra kerja yang berpartisipasi dalam pembinaan jasa konstruksi, Komunitas Peduli Sungai (KPS), dan Perusahaan Daerah Air Minum.

Berikut adalah daftar daerah dan mitra kerja yang meraih penghargaan dalam Penghargaan PUPR 2018:
Pemenang Penghargaan PUPR 2018
I. Kategori Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Jalan Tol
Tingkat Provinsi
Peringkat 1 : Provinsi Kalimantan timur
Peringkat 2 : Provinsi Jawa Tengah
Peringkat 3 : Provinsi Sulawesi Utara
Tingkat Kabupaten/Kota
Peringkat 1 : Kabupaten Probolinggo
Peringkat 2 : Kabupaten Semarang
Peringkat 3 : Kabupaten Nganjuk
II. Kategori Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) SPAM
Tingkat Provinsi

Peringkat 1 : Provinsi Jawa Timur
Tingkat Kabupaten/Kota
Peringkat 1 : Kota Bandar Lampung
III. Kategori Waste to Energy
Peringkat 1 : Kota Surabaya
Peringkat 2 : Kota Balikpapan
Peringkat 3 : Kabupaten Malang
IV. Kategori Inovasi Penerapan Teknologi Penyelenggaraan Infrastruktur PUPR
Tingkat Provinsi
Peringkat 1 : Provinsi Nusa Tenggara Barat
Peringkat 2 : Provinsi Jawa Tengah
Peringkat 3 : Provinsi Riau
Tingkat Kabupaten/Kota
Peringkat 1 : Kabupaten Kendal
Peringkat 2 : Kabupaten Morotai
Peringkat 3 : Kabupaten Musi Banyu Asin
Pemenang Penghargaan Mitra Kerja PUPR
Penghargaan PDAM Terbaik 2018
Kategori Jumlah Pelanggan lebih dari 100.000 Sambungan Rumah : PDAM Tirta Pakuan, Kota Bogor
Kategori Jumlah Pelanggan 50.001 – 100.000 Sambungan Rumah : PDAM Tirta Asasta, Kota Depok
Kategori Jumlah Pelanggan 20.001 – 50.000 Sambungan Rumah : PDAM Buleleng, Kabupaten Buleleng
Kategori Jumlah Pelanggan 10.000 – 20.000 Sambungan Rumah : PDAM Tirta Segah Berau. Kabupaten Berau
Kategori Jumlah Pelanggan kurang dari 10.000 Sambungan Rumah : PDAM Apa’ Mening, Kabupaten Malinau
Penghargaan Penilaian Kinerja Penyelenggara Pembinaan Jasa Konstruksi
Kategori Mitra Kerja Terbaik dalam Pembinaan Jasa Konstruksi Nasional : PT. Brantas Abipraya (Persero)
Kategori LPJK Tingkat Provinsi dengan Kinerja Terbaik
Peringkat 1 : LPJK Provinsi Jawa Tengah
Peringkat 2 : LPJK Provinsi Sulawesi Tenggara
Peringkat 3 : LPJK Provinsi Maluku
Penghargaan Komunitas Peduli Sungai (KPS)
Provinsi DKI Jakarta : KPS Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung)
Provinsi Kalimantan Timur : KPS Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) Samarinda
Provinsi Bali : KPS Tukad Bindu
Provinsi Nusa Tenggara Barat : KPS KMPS Ibra
Provinsi Jawa Timur : KPS Ecoton
Provinsi Kalimantan Barat : KPS Komunitas Sungai Putat Pontianak.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *