
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 6 titik yang tersebar di kabupaten/kota.
GPM sebagai upaya intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) perayaan Imlek, memasuki bulan Ramadan, hingga IdulFitri mendatang.
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, menegaskan agenda ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat yang dilaksanakan secara nasional. Tujuannya, memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi pasar.
“Kita berharap di momentum hari raya nasional, harga-harga pangan stabil dan kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat terjaga,” kata Fahmi, di halaman kantor DPTPH Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Jumat 13 Februari 2026.
Untuk memastikan keberhasilan program, DPTPH tidak bergerak sendiri. Pemprov Kaltim menggandeng berbagai instansi mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, hingga sektor korporasi seperti BUMN, BUMD, dan Perum Bulog.
“Kita harapkan GPM ini seluas-luasnya melibatkan banyak pihak. Karena memastikan bahan pangan tersedia adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah pusat dan provinsi, tetapi juga lembaga di luar pemerintah,” terang Fahmi.
Sebanyak 6 titik GPM tersebar pada berbagai kabupaten/kota di Kaltim secara serentak. Meski kegiatan utama berlangsung hari ini, beberapa daerah lain telah memulai lebih dahulu di tanggal 11 dan 12 Februari 2026 kemarin.
Fahmi juga menegaskan seluruh komoditas di gerai GPM wajib dijual sesuai, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak, dan tidak membeli barang berlebih. Untuk saat ini di Kaltim, stok bahan pokok penting (Bapokting) dalam kondisi aman dan mencukupi hingga menjelang lebaran Idulfitri nanti.

“Stok pangan kita cukup, kita juga didukung oleh distribusi Bulog di wilayah Berau, Samarinda, Paser, Balikpapan, hingga Penajam Paser Utara (PPU). Jadi, masyarakat tidak perlu panic buying,” ucapnya.
Terkahir, Fahmi memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan barang. Hal ini dikarenakan nantinya saat bulan Ramadan nanti, kembali akan digelar GPM sebagai langkah preventif menekan kenaikan harga jelang Lebaran.
Menurutnya tindakan egois pembelian barang berlebih, dapat merusak keseimbangan permintaan dan ketersediaan di pasar.
“Tentu kita sangat berharap ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Dengan adanya GPM ini, kita menekan inflasi dan mencegah kenaikan harga pangan,” demikian Fahmi Himawan.
Adapun bahan pokok yang dihadirkan dalam GPM Kali ini mulai dari sembako, beras, telur, daging sapi mentah, daging ayam, cabai, bawang dan lainnya.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Gerakan Pangan MurahKaltimPemprov KaltimRamadan 2026