Ilustrasi petugas medis yang menangani kasus Covid-19. (Foto: HO/Net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kenaikan kasus Covid-19 di Kalimantan Timur sudah hampir 6.000 kasus per Minggu (14/9). Kapasitas pelayanan kesehatan hampir penuh. Dengan begitu, Kaltim kini jadi sorotan Satgas Nasional Penanganan Covid-19.

“Penularan terus terjadi. Saat ini, pelayanan kesehatan yang tersedia ada batasnya,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, melalui penjelasan virtual, Minggu (13/9).

Meski imbauan terus diberikan setiap hatinya, diterangkan Andi, yang bisa dilakukan saat ini, adalah warga menjaga diri masing-masing. “Agar tidak tertular, disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujar Andi.

Andi menggarisbawahi, sebanyak apapun sarana layanan kesehatan yang disediakan pemerintah, tidak akan mencukupi apabila tidak ada tidak disertai upaya yang sangat serius menerapkan protokol kesehatan.

Info grafis kasus Covid-19 di Kalimantan Timur per Minggu (13/9). (Sumber : Dinkes Kaltim)

“Dengan melakukan pencegahan penularan semaksimal mungkin, di tengah semua aktivitas keseharian masyarakat,” terang Andi.

Kasus Covid-19 di Kalimantan Timur, menurut Andi, angka kasusnya berpotensi meningkat berlipat-lipat. “Ini tidak sebanding dengan jumlah tempat isolasi, yang disediakan pemerintah,” tegas Andi.

“Mengkawatirkan. Kedepan, pasien Covid-19 yang memerlukan rujukan, bisa tidak tertangani di tempat layanan kesehatan yang ada,” jelasnya lagi.

Kaltim dan Bali jadi Sorotan

Kepala BNPB Doni Monardo, selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19, saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

Sementara, Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo membeberkan ada sejumlah provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan kasus corona. Hal ini disampaikan Doni dalam diskusi virtual di Graha BNPB, Minggu (13/9).

“Nah ada daerah-daerah yang selama ini datanya tenang-tenang, sudah mulai ada peningkatan. Ini mohon maaf kalau mungkin saya sampaikan jangan ada yang tersinggung ya,” ujar Doni Monardo, seperti dilansir kumparan.

Provinsi pertama adalah Kalimantan Timur. Dan kedua adalah Bali. Doni menjelaskan, sebenarnya secara umum provinsi Bali mulai menunjukkan peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir.

“Bali ini secara umum bagus sekali tetapi dalam beberapa hari terakhir, angka kasus positif juga meningkat walaupun angka sembuhnya juga termasuk paling tinggi di Bali,” kata Doni.

“Kemudian, apa namanya, angka kematian Bali juga relatif termasuk yang paling rendah. Jadi peningkatan (kasus corona), harus ada kerja sama dengan semua komponennya, ya pemerintah. Jangan dibiarkan kerja sendirian,” kata Doni. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *