Kaltim Juara Di PON 2028, Rudy Mas’ud Janjikan Bonus Medali Emas Rp500 Juta

Gubernur Rudy Mas’ud. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Gubernur Rudy Mas’ud mulai menaruh perhatian serius pada agenda-agenda jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT). Kalau juara nanti, besaran bonus atlet nanti minimal Rp500 juta untuk peraih medali emas. Bahkan bisa Rp1 miliar kalau anggarannya memungkinkan.

“Sejak sekarang Dispora Kaltim sudah harus mempersiapkan talenta-talenta muda untuk membawa Kaltim meraih prestasi tertinggi di ajang olahraga terbesar nasional itu,” kata Rudy Mas’ud saat menyerahkan secara simbolis bonus untuk atlet dan pelatih peraih medali PON dan Peparnas, di Aula Kantor Dispora Kaltim, Kompleks Kadrie Oening, Samarinda, Kamis (27/11/2025).

“Terkhusus buat Pak Kadispora, ini sudah harus mempersiapkan talenta-talenta. Sudah banyak sekali talenta-talenta berbakat. Tugas Pak Kadis adalah bagaimana kita juara umum,” ujarnya.

Ditegaskan Rudy Mas’ud, Kaltim tidak boleh lagi berpuas diri dengan pencapaian peringkat delapan pada PON sebelumnya. Target untuk PON 2028 disebutnya harus lebih ambisius, yakni juara nasional.

“Saya baru merasa terhormat dan bangga jika Anda bisa memecahkan rekor sebagai juara nasional. Maka kita tunggu abangku menyala,” jelasnya.

Harapan itu menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat pembinaan atlet sejak dini, termasuk dari kelompok usia muda yang saat ini mulai bermunculan di berbagai cabang olahraga.

Pada kesempatan yang sama, ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi (pemprov) akan terus menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan olahraga melalui pemberian bonus dan penghargaan.

Tahun ini, para atlet menerima bonus yang dianggapnya ‘belum seberapa’, namun tetap menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi atlet, pelatih, dan ofisial.

Pria kelahiran 1980 itu bahkan menyatakan kesiapannya untuk menaikkan bonus secara signifikan jika Kaltim mampu mencapai target, yakni juara nasional.

“Kalau juara nasional, minimal Rp500 juta. Bahkan bisa Rp1 miliar kalau anggarannya memungkinkan,” katanya disambut tepuk tangan para atlet yang hadir.

Ia menegaskan, peningkatan bonus harus dibarengi peningkatan prestasi. Jika mampu masuk tiga besar, bonus juga bisa berada di atas Rp300 juta.

Kepada para atlet muda yang belum berhasil meraih medali, Rudy juga sempat memberikan pesan khusus agar tidak menyerah. Ia bahkan menyebut bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.

“Kalah atau belum meraih medali bukan berarti gagal. Ini pijakan untuk bangkit. Kalau gagal, ulangi. Kalau salah, perbaiki. Jangan menyerah, karena menyerah itu sama dengan mati. Intinya, Man Jadda Wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan | Advertorial Diskominfo Kaltim

Tag: