Kaltim Masih Nol Kasus Super Flu, Warga dari dan Menuju Luar Negeri Disarankan Vaksin

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Kementerian Kesehatan RI melaporkan 62 kasus Super Flu di berbagai daerah di Indonesia. Meski sementara ini Super Flu belum ditemukan di Kaltim, masyarakat baik dari dan menuju luar negeri, disarankan lebih dulu mendapatkan vaksin influenza.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menerangkan, daerah telah diminta memperketat sistem kewaspadaan dini di pintu masuk wilayah, untuk meminimalisir masuknya Super Flu.

“Kita harus tetap waspada agar virus tersebut tidak masuk ke Kaltim dengan memantau kesehatan masyarakat setelah melakukan perjalanan luar negeri, terutama berpergian ke Amerika Serikat yang saat ini di negara itu kasusnya lagi tinggi,” kata Jaya, dikonfirmasi niaga.asia, Selasa 13 Januari 2026.

Selain itu, masyarakat yang datang maupun berpergian keluar negeri diminta untuk melakukan vaksinasi Influenza, guna menangkal penularan virus influenza A (H3N2) subclade K, yang sekarang telah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.

“Karena virusnya hampir sama dengan flu biasa. Namun kita perlu antisipasi dengan melakukan vaksinasi, bisa di klinik-klinik kesehatan. Ini bukan diwajibkan tapi pilihan terbaik,” ujar Jaya.

Mengantisipasi sebaran Super Flu, Dinkes Kaltim juga menggandeng Balai Karantina Kesehatan di Balikpapan dan Samarinda, untuk memastikan tidak ada masyarakat yang masuk ke Kaltim tanpa pengawasan yang ketat.

Gejala Super Flu ini hampir sama dengan flu biasa, bedanya hanya pada durasi atau lama masa sakitnya. Masyarakat yang terserang Super Flu, rata-rata memerlukan waktu 10 hari hingga 14 hari untuk sembuh. Sedangkan flu biasa membutuhkan waktu 7 hari sampai 10 hari.

“Selain vaksinasi, kita juga menganjurkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatannya dengan rutin bergerak dan berolahraga, agar metabolisme tubuh terjaga dan kenal terhadap penyakit,” demikian Jaya Mualimin.

Perlu diketahui, munculnya penyakit Super Flu ini berasal dari lonjakan kasus di Amerika Serikat. Kemudian sejak 25 Desember 2025 lalu, Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi varian Influenza A (H3N2) subclade K ini telah masuk di Indonesia.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: