Kaltim Siagakan Alat Berat di Titik Rawan Bencana Jalur Mudik

Alat berat yang dikerahkan saat menangani jalan longsor di KM 28 Samarinda-Balikpapan di Desa Batuah, Loa Janan (HO-BBPJN Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiagakan puluhan alat berat di sejumlah titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik IdulFitri 2026 ini.

Penyiapan alat berat itu untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas, sekaligus mengantisipasi potensi longsor maupun jalan rusak akibat cuaca ekstrem.

Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menerangkan, seluruh alat berat itu tersebar di tiga wilayah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dan mencakup seluruh akses vital jalan provinsi di 10 kabupaten/kota.

UPTD Wilayah 1 yang mencakup Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser, UPTD Wilayah 2 untuk Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu serta UPTD Wilayah 3 yang meliputi Berau, Bontang, dan Kutai Timur.

“Alat-alat berat itu sudah kami siapkan untuk digunakan kapanpun jika diperlukan pada tiga UPTD, selama Lebaran hingga selesai arus balik Lebaran,” kata Fitra, ditemui di kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, belum lama ini.

Pengerahan alat berat itu untuk mengantisipasi cuaca buruk dan terjadinya bencana saat warga sedang berpergian mudik antarwilayah.

“Karena bagaimana pun Maret ini memasuki musim hujan. Kemudian bisa saja terjadi longsor di mana mana. Kalau itu terjadi kita maksimalkan alat alat tersebut,” ujar Fitra.

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran menambahkan untuk alat-alat berat yang disiagakan ini berupa alat perata tanah atau grader, alat penggilas atau vibro roller, hingga alat penggali atau ekskavator.

Kesemua itu menurut Muhran tersedia di UPTD untuk berjaga-jaga semisal terjadi bencana atau hambatan di jalur mudik. Koordinasi intensif dengan pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Dinas Perhubungan terus diperkuat untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, di samping melakukan perbaikan jalan di beberapa ruas jalan.

“Perbaikan jalan yang berlubang ini beberapa jalanan telah dilakukan oleh masing-masing UPTD. Harapannya, dengan berkurangnya jalan rusak, tingkat kecelakaan lalu lintas (laka) dapat ditekan secara signifikan,” jelas Muhran.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga pemantapan jalan provinsi pada ruas-ruas yang menjadi jalur utama arus mudik dan balik.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: