Kaltim Targetkan Kampung Tenun di Samarinda Jadi Desa Wisata Unggulan

Salah satu perajin tenun di Kampung Tenun, Samarinda. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kaltim kini tengah serius menggarap potensi Kampung Tenun Samarinda untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan wisatawan dalam dan luar daerah, sekaligus sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi menerangkan, pengembangan desa wisata merupakan salah satu fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim, dengan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pada potensi lokal dan kearifan masyarakat setempat.

“Kami terus melakukan penguatan promosi, digitalisasi pemasaran, serta pendampingan pengembangan produk ekonomi kreatif desa,” kata Ririn, dalam acara sinergi pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Kampung Tenun Samarinda dan BIMA Etam ke-11, Selasa 30 Maret 2026.

Pengembangan desa wisata ini juga sejalan dengan program unggulan Jospol Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Seno Aji, terkait pengembangan pariwisata berbasis desa.

Kampung Tenun berada di Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Kami menyadari pengembangan desa wisata dibutuhkan sinergitas antar pihak salah satunya Bank Indonesia Kaltim. Kolaborasi ini diperlukan untuk mendorong UMKM memperluas akses pemasaran produk unggul di desa wisata,” ujar Ririn.

Ririn menjelaskan Kampung Tenun saat ini telah menjadi ikon budaya yang memiliki nilai sejarah mendalam serta potensi ekonomi yang masif. Dengan pengelolaan yang profesional, kawasan ini akan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini, status Kampung Tenun Samarinda masih berada pada kategori desa wisata berkembang. Melalui sinergi bersama Pemerintah dan Bank Indonesia Kaltim, status itu dapat meningkat menjadi desa wisata unggulan dan berdaya saing.

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto mengatakan sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi sektor pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim. Salah satunya yakni pengembangan Kampung Tenun di Samarinda Seberang.

Kawasan ini dinilai memiliki daya tarik unik karena mampu menghidupkan memori kolektif sebagai pusat produksi, sekaligus sentra oleh-oleh sarung khas Samarinda yang telah melegenda.

Dispar Kaltim menargetkan Kampung Tenun menjadi wisata desa unggulan. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Pemprov Kaltim bersama Bank Indonesia kini tengah bersinergi mengangkat kembali potensi Kampung Tenun guna menjaring wisatawan. Kolaborasi ini bertujuan agar para pelancong tidak hanya berkunjung, tetapi juga berbelanja, sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

“Kami optimistis pariwisata menjadi komponen kuat untuk mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” ujar Bayuadi

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi peluang peluang emas untuk mempromosikan produk lokal ke kancah nasional. Sebelum menuju IKN, wisatawan bisa singgah terlebih dahulu di Samarinda untuk menikmati wisata susur sungai,.dan membeli kain tenun sebagai oleh-oleh.

“Dengan wisatawan membawa kain Samarinda pulang ke tempat asal, ini juga menjadi sarana promosi yang efektif,” demikian Bayuadi Hardiyanto.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: