Kaltim Tembus 57 Ribu Kasus Corona, Cuma Mahakam Ulu Zona Kuning

Ilustrasi perawatan pasien terkonfirmasi Covid-19 (Foto : handout/SHUTTERSTOCK)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Satgas Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur hari ini melaporkan penambahan 293 kasus positif Corona baru. Total keseluruhan jadi 57.292 kasus. Dari 10 kabupaten dan kota, cuma Mahakam Ulu berada di zona kuning.

Kota Balikpapan, kembali mencatatkan penambahan tertinggi 73 kasus. Angka itu, lebih landai dari sepekan sebelumnya, yang mencapai rata-rata 300 kasus.

“Untuk kesembuhan, ada penambahan 514 kasus sembuh baru. Sehingga total kasus sembuh di Kalimantan Timur hari ini ada 49.617 kasus,” kata Jubir Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, Jumat (5/3).

Andi menerangkan, hari ini, angka kematian menjadi 1.350 kasus, setelah bertambah 7 orang meninggal, akibat paparan Covid-19. “Tiga kasus meninggal diantaranya ada di Kutai Kartanegara,” ujar Andi.

Sementara, kasus positif aktif, atau pasien yang masih berstatus perawatan Covid-19, sampai hari ini ada 6.325 kasus. Kutai Kartanegara masih tertinggi 2.179 kasus, dan Balikpapan 1.338 kasus.

Info grafis kasus Covid-19 di Kalimantan Timur per Jumat (5/3). (Sumber : Dinkes Kaltim)

“Sedangkan, yang masih dalam proses menunggu hasil pemeriksaan ada 344 orang,” tambah Andi.

Dari 10 kabupaten dan kota, hanya kabupaten Mahakam Ulu yang berada di zona kuning. Sembilan daerah lainnya, berada di zona merah, dengan kasus positif aktif lebih dari 51 orang yang sedang perawatan Covid-19.

Antisipasi Varian Baru Corona B117

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalimantan Timur Setyo Basuki menerangkan, masyarakat mesti tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Disiplin Prokes, juga cara ampuh untuk mengantisipasi meluasnya Covid-19, termasuk sebaran varian baru Corona B117 dari Inggris.

“Covid-19 itu kan ada masa inkubasinya. Begitu dilakukan swab, belum ketahuan (belum terkonfirmasi positif),” kata Basuki, dikonfirmasi Niaga Asia.

“Dari kejadian di Tangerang, pulang dari luar negeri, naik pesawat masih negatif. Tapi ternyata, beberapa hari kemudian positif (varian baru Corona B117). Jadi, sebenarnya sudah terpapar, tapi belum masuk inkubasi dan hasilnya sebelumnya negatif. Mudah-mudahan hanya kasus itu saja dengan varian baru, dan dilokalisir lebih cepat,” demikian Basuki. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *