aa
Rahman, Anggota Panwaslu Kabupaten Nunukan, Divisi Penindakan.

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Curi star atau mendahului jadwal berkampanye di media sosial (medsos),  dua partai peserta Pemilu  di Kabupaten Nunukan, yakni Partai Demokrat dan Hanura dikenai sanksi  teguran  oleh Panwaslu Kabupaten Nunukan. Kedua partai itu menyebar lambang parpol dan nomor urut bakal calon legislatif (Bacaleg) di medsos.

“Kita sudah kirimkan surat teguran agar parpol bersangkutan menertiban postingan di medsos,” kata Bagian Divisi Penindakan  Pengawas Pemilu (Pawaslu) Nunukan Rahman, (20/8). Rahman menyebutkan, surat teguran kepada Partai Demokrat dan Hanura Nunukan dilayangkan setelah adanya laporan masyarakat secara tertulis terkait postingan akun pribadi Facebook yang memuat lambang partai, gambar dan nomor urutbBacaleg.

Postingan berbau kampanye  tersebut dianggap pelanggaran surat edaran Bawaslu dan PKPU tentang pasal 25 yang berbunyi, partai politik yang telah ditetapkan sebagai peserta pemilu dilarang melakukan kampanye sebelum ada ketetapan partai. “PKPU No 23 pasal 25 menjelaskan, apagila parpol melanggar ketetapan pasal, maka dikenakan sanksi teguran,” ujarnya.

Sanksi pelanggaran kampanye medsos juga diatur dalam PKPU No 23 pasal 74 juga menjelaskan, apabila ada parpol melanggar  ketentuan sanksinya adalah teguran kepada parpol melanggar ketentuan. “Dari dasar-dasar aturan itulah, terbit surat teguran kepada 2 parpol,” ujar Rahman.

Isi surat teguran adalah meminta kepada 2 parpol itu menertibkan postingan atau mengatur agar bacaleg atau pendukung parpol bersangkutan tidak lagi melakukan hal-hal yang dilarang dan ditindak lanjuti dengan penindakan langsung ke akunmedsos terkait. “Laporan masyarakat soal curi star kampante memenuhi syarat formil dan materil, Bawaslu wajib menindak jika syarat itu terpenuhi,” tegasnya.

Parpol Demokrat dan Hanura diminta segera mungkin membersihkan semua postingan kampanye medsos yang bisa dikatakan liar dan menyalahi aturan main, jika permintaan ini tidak ditindak lanuti, Bawaslu akan kembali memberikan sanksi peringatan keras. “Masih sanksi teguran, kalau tidak diindahkan, kami bisa menurunkan sanksi peringatan keras hingga penindakan lebih keras lagi,” tutur Rahman.

Menurut Rahman, selain laporan masyarakat, Panwaslu Kabupaten Nunukan juga sempat menemukan pelanggaran yang sama. Beberap akun memposting logo partai di gambar bacaleg, padahal, Panwaslu meyakini bahwa parpol di Nunukan telah memahani aturan main pemilu.

Untuk itu, Panwaslu dengan tegas memperingatkan semua parpol perserta memilu untuk bersabar menunggu setelah penetapan jadwal kampanye oleh KPU baik kampanye umum ataupun kampanye di medsos. “Nanti ada jadwal kampanye, tiap parpol diberikan 10 akun partai untuk berkampanye dalam waktu tertentu,” bebernya.

Sekarang ini postingan berbau kampanye medsos mulai bermunculan dibeberapa akun Facebook milik pribadi, logo partai, nomor urut partai hingga foto bacaleg.  (002)

 

4 komentar pada “Kampanye di Medsos, Panwaslu Kabupaten Nunukan Tegur Demokrat dan Hanura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *