Kapal Angkutan Sembako Mogok, Ini Tanggapan Anggota DPRD Nunukan

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama meminta pemerintah daerah bertindak cepat mengatasi  mogok kapal pengangkut sembako dan memikirkan apa yang akan terjadi terhadap 40 ribu penduduk di pedalaman.

“Suplai kebutuhan pokok di tiga kecamatan itu berpusat di Nunukan, kalau kapal pengangkut mogok mau makan apa warga,” terang Andre pada Niaga.Asia, Selasa (21/6/2022) menanggapi aksi mogok pemilik kapal angkutan sembako dari Nunukan ke Sebuku yang protes adanya aksi penangkapan oleh Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia dari Yonarmed 18/Komposit di Nunukan, 14 Juni lalu.

baca juga:

TNI AD Gagalkan Penyelundupan 1,7 ton Daging Ilegal di Nunukan

Kapal Angkutan Sembako Mogok, Pemkab Nunukan Gelar Rakoor

Protes, Pemilik Kapal Angkutan Sembako ke Pedalaman Nunukan Mogok

Ia minta pemerintah daerah berkoordinasi dengan stakeholder mulai dari Satgas Pamtas, Polres, Lanal, Kodim, Polair, termasuk Bea Cukai dan KSOP Nunukan. Instansi-instansi ini memiliki kewenangan dalam pengamanan alur laut dan darat.

Mogoknya kapal angkutan sembako pasti menimbulkan persoalan besar. Jika sembako diangkut menggunakan jalan darat dari Malinau, tentu  biayanya mahal dan itu akan membuat harga barang akan tinggi.

“Ada jalur darat, tapi kalau jalan rusak putus pasti susah kan, lagi pula harga transportasi jalur darat lebih mahal dari laut,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Andre, apabila nantinya telah ada kesepakatan pemerintah dengan aparat dan instansi terkait memberikan kebijakan pengiriman sembako, berikanlah kepastian keamanan tersebut dalam sebuah perjanjian tertulis.

Menjamin ketersediaan  dan distribusi sembako untuk masyarakat pedalaman dengan  memperhatikan  kearifan lokal, perlu disampaikan pemerintah daerah ke masing-masing pemimpin satuan dan unit-unit kerja, karena sembako yang diangkut kapal hanya untuk masyarakat di  wilayah Kabupaten Nunukan.

“Pemilik kapal minta jaminan keamanan dari petugas di lapangan,” ujarnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: