Kapal Diduga Mati Mesin, 3 Warga Penajam Dicari Tim SAR di Selat Makassar

KN Wisanggeni meninggalkan Somber Balikpapan, untuk melakukan operasi SAR pencarian KM Borneo berikut 3 orang penumpangnya. (Foto : HO/Basarnas)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – KM Borneo yang memuat 3 orang warga Nenang, Penajam Paser Utara, dikabarkan mati mesin di perairan Selat Makassar. Tim SAR gabungan bergerak melakukan pencarian.

Tiga orang dalam pencarian itu adalah Hermansyah (28) sebagai penyambang ikan, Supiyan (24) sebagai kapten kapal, serta Imam Hanapi (25) sebagai anak buah kapal (ABK).

“Peristiwa ini dilaporkan keluarga korban ke kami sekitar jam 06.45 pagi ini,” kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto, Rabu (8/7).

Octavianto menerangkan, kejadian berawal 26 Juni 2020 pagi lalu. Hermansyah dan kedua temannya, berangkat dari Penajam menuju pulau Popongan, Sulawesi Barat, untuk menyamban/membeli ikan yang rencananya akan dijual kembali di Balikpapan.

“Jadi, sebelum kembali ke Balikpapan dengan membawa ikan yang sudah dibeli di pulau Popongan), mesin kapal sudah dua kali mengalami kerusakan. Dikabarkan, Hermansyah baru bisa ke Balikpapan pada hari Senin (6/7),” ujar Octavianto.

Keberangkatan KM Borneo, kapal yang ditumpangi ketiga warga PPU itu dari pulau Popongan menuju Balikpapan hampir bersamaan dengan kapal lain yang juga berangkat dari Popongan, ke Balikpapan.

“Kapal yang berangkat bersamaan itu, sudah sampai di Balikpapan hari Selasa (7/7) dini hari. Tapi KM Borneo belum sampai,” ungkap Octavianto.

Octavianto menerangkan, informasi dari ABK yang lebih dulu tiba di Balikpapan itu, bahwa sempat melihat KM Borneo di sekitar wilayah Boring/Rig, diperkirakan sekira pukul 16.00 WITA, Senin (6/7) sore.

“Sementara, informasi dari keluarga saudara Hermansyah, bahwa estimasi waktu tempuh berangkat dari Popongan ke Balikpapan, sekitar 7-12 jam,” jelas Octavianto.

Keluarga korban sendiri, Selasa (7/7) kemarin, sudah berusaha mencari keberadaan KM Borneo, namun membuahkan hasil. “Kantor SAR Balikpapan, berangkat ke lokasi jam 7 pagi ini, untuk melakukan pencarian KM Borneo, menggunaka KN Wisanggeni dengan POB (Person On Board) 24 orang,” jelas Octavianto lagi.

Selain kru dari kantor SAR Balikpapan, KN Wisanggeni juga membawa 1 saksi. Sementara, peralatan yang digunakan mulai dari water rescue, alat komunikasi, dan juga alat pelindung diri (APD) baju hazmat.

“Unsur SAR yang terlibat, selain dari kami sendiri, juga BPBD PPU, Polair, Lanal Balikpapan, SROP dan juga relawan,”demikian Octavianto. (006)

Tag: