Kapal USS Benfold Transit di Taiwan, China Sebut AS Provokator

Presiden AS Joe Biden (kiri) bertemu virtual bersama Presiden China Xi Jinping (kanan) (istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — China menyatakan Amerika Serikat adalah “pembuat risiko keamanan” di Selat Taiwan setelah mengirim kapal perangnya melewati perairan sensitif itu pada Selasa 19 Juli 2022.

Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan pasukannya terus memantau dan membuntuti kapal perusak USS Benfold dan memperingatkan komandan kapal terkait pelayaran mereka yang dinilai provokatif.

“Provokasi dan pamer yang sering dilakukan Amerika Serikat sepenuhnya menunjukkan bahwa AS adalah perusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan pembuat risiko keamanan di Selat Taiwan,” ujar militer China melalui pernyataan pada Rabu.

“Pasukan teater timur tetap siaga tinggi setiap saat dan dengan tegas membela kedaulatan nasional dan integritas teritorial,” lanjut pernyataan itu.

Sementara itu, Angkatan Laut AS membela diri dengan mengatakan pelayaran USS Benfold itu rutin dilakukan di perairan yang mereka anggap sebagai “perairan internasional” dan sesuai dengan hukum internasional.

“Transit kapal melalui koridor di selat yang berada d luar laut teritorial negara mana pun,” ucap Angkatan Laut AS seperti dikutip Reuters.

Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal USS Benfold berlayar di jalur seperti biasa yakni dari utara melalui Selat Taiwan. Selama ini, kapal perang AS rutin mondar-mandir dan transit di Selat Taiwan meski langkah seperti kerap memicu amarah China.

Sebab, China memandang Taiwan sebagai wilayahnya yang membangkang karena ingin memerdekakan diri. Selama ini, Taiwan memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat, meski keduanya tidak memiliki hubungan diplomatik karena kebijakan hanya ada ‘Satu China’.

Sementara itu, USS Benfold juga telah beroperasi di Laut China Selatan yang menjadi rebutan China dengan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Meski tak memiliki sengketa di Laut China Selatan, AS sering mengirimkan pesawat dan kapal angkatan lautnya ke perairan itu untuk menegakkan kebebasan bernavigasi di perairan yang mereka anggap sebagai perairan internasional.

Sumber : Tribratanews Polri | Editor : Saud Rosadi

Tag: