Kapolda Kaltara Resmikan Jembatan Merah Putih Presesi di Sebatik Tengah

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama siswa/siswi MI) Darul Furqon di jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Loudres, Desa Sungai Limau RT. 14, Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Sabtu (14/03/2026)  (Foto : Budi Anshori/Niaga.Asia)

SEBATIK.NIAGA.ASIA – Senyum bahagia terpancar dari bibir murid dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqon saat menyambut Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, meresmikan pembangunan jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih Presesi di Kampung Loudres, Desa Sungai Limau RT. 14, Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.

“Hari ini secara simbolis kita resmikan jembatan Merah Putih Presisi tapal batas RI – Malaysia di pulau Sebatik Tengah dan jembatan Sungai Cahaya Baru di kota Tarakan,” kata Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Sabtu (14/03/2026).

Jembatan Merah Putih Presesi adalah jembatan baru sebagai pengganti jembatan lama yang ambruk akibat dihantam banjir besar Rabu 05 November 2025. Menurut Kapolda, pembangunan jembatan di Sebatik Tengah dan jembatan Sungai Cahaya Baru di kota Tarakan oleh Polri -TNI atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pembangunan jembatan Merah Putih Presisi dilaksanakan setelah Presiden RI melihat rekaman video dan pemberitaan media terkait kerusakan jembatan dan kesedihan pelajar karena kesulitan berangkat ke sekolah.

“Kerusakan jembatan tidak hanya menyulitkan anak-anak ke sekolah, tapi juga untuk masyarakat untuk aktifitas sehari-hari,” ujar Kapolda. Pembangunan baru jembatan dikerjakan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Kaltara.

Jembatan Merah Putih Presisi tidak sebatas bangunan fisik besi dan kayu, tapi sebagai jembatan harapan masyarakat guna penghubung antar masyarakat dan paling penting adalah penghubung antara negara dengan rakyat di perbatasan Indonesia.

“Sebatik adalah wilayah sangat istimewa, disinilah garis-garis negara berada, di sini juga semangat kebangsaan dan nasional yang harus dipertahankan,” bebernya.

Oleh karena itu, lanjut Kapolda, keberadaan jembatan Merah Putih memiliki filosofi sangat mendalam, merah putih adalah lambang kecintaan rakyat kepada tanah air, sedangkan presisi adalah semangat Kepolisian untuk terus hadir memberikan perlindungan dan pengayoman ke masyarakat.

Jembatan merah putih Presisi akan menjadi simbol bahwa negara hadir di tapal batas Indonesia-Malaysia, agar akses ke pendidikan semakin lancar dan perekonomian desa dapat terus bergerak.

“Semoga jembatan ini memudahkan perjalanan anak-anak kita menuntut ilmu. Anak-anak ini adalah masa depan kita di perbatasan Indonesia,” ucapnya.

Kapolda juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergotong royong terbangunnya jembatan, terutama untuk satuan Brimob Polda Kaltara, para tokoh masyarakat, pemerintah desa dan pihak-pihak lainnya.

Dengan rampungnya pekerjaan, Djati berpesan kepada masyarakat untuk merawat jembatan seperti menjaga barang milik sendiri, gunakan jembatan bagi hal-hal kemajuan ekonomi warga desa.

“Semoga jembatan merah putih menjadi simbol persatuan dan kesatuan semangat nasionalisme masyarakat perbatasan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan belajar MI Darul Furqon di pulau Sebatik, sempat terganggu akibat jembatan penghubung satu-satunya menuju sekolah ambruk pasca hujan deras dan banjir, Rabu (5/11/2025) malam.

Dari 48 siswa/siswi MI Darul Furqon Sebatik, sebanyak 90 persen merupakan anak-anak Pekerja Migran Indonesia yang berada di Malaysia, jarak rumah dengan sekolah cukup jauh melintasi kebun sawit.

Untuk memastikan kegiatan sekolah tetap berjalan, aparat Kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah bekerja sama membangun jembatan darurat dengan mengalihkan arus jalan di tengah perkebunan sawit.

Dalam waktu bersamaan, Kapolda Kaltara memerintahkan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Kaltara, membangun jembatan permanen bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan 

Tag: