Kondisi Sungai Karang Mumus berwarna kehitaman, Senin (12/8) siang tadi. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Musim kemarau mengakibatkan sungai karang mumus (SKM) di Samarinda, mulai berwarna kehitaman sejak pagi tadi. Namun demikian, masih ada saja warga yang beraktivitas di bantaran SKM.

Niaga Asia dua kali melintas di kawasan Jalan Dr Soetomo depan Gang Nibung, pagi tadi sekira pukul 09.30 Wita serta pukul 14.00 Wita, melintas di Jembatan S Parman. Aroma tidak sedap menyeruak terbawa angin hingga ke jalan.

Sesekali, pengguna roda dua maupun yang dibonceng, terpaksa harus menutup hidung mereka saat melintas depan Gang Nibung, karena aroma menyengat.

Sementara saat melintas di Jembatan S Parman, pun serupa air SKM kehitaman. Meski aroma tidak begitu menyengat, namun terlihat masih ada warga yang beraktivitas di pinggir sungai.

“Heran juga saya, masih ada yang aktivitas di pinggir sungai,” kata Yanto (41), pemotor yang ditemui Niaga Asia, saat menyempatkan singgah di Jembatan S Parman, Senin (12/8) siang.

Kondisi yang sama, juga kondisi warna SKM kehitaman, juga ditemui di Jembatan Baru, yang menghubungkan Jalan KH Agus Salim menuju simpang tiga Jalan Gatot Subroto-Jalan AM Sangaji. Memang, ketiadaan hujan nyaris sebulan terakhir ini, membuat air sungai berubah warna.

“Kalau sudah begini (warna kehitaman), kita yang tinggal di sekitar SKM ini juga kadang-kadang mual cium aromanya. Tapi mau bagaimana lagi,” kata Ansyah, warga yang tinggal di sekitar Jembatan Baru. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *