Kartini, Tukang Cuci Keliling  Ditemukan Sudah Meninggal di Rumahnya

Petugas Polsek Nunukan mengevakuasi jenazah Kartini, perempuan berusia sekitar 50 tahun yang ditemukan meninggal di rumah tempat tinggalnya di Jalan Bhayangkara, Nunukan Timur, Kamis pagi (13/1/2022). (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Seorang perempuan berusia lebih kurang 50 tahun, Kartini,  ditemukan meninggal di rumah yang disewanya sebagai tempat tinggal di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan,  hari Kamis (13/1/2022) sekitar pukul jam 09.00 Wita.

Kapolsek kota Nunukan, Iptu H. Supangat mengatakan, petugas jaga di Polsek menerima laporan adanya  temuan mayat  tersebut dari Ketua RT 04 Jalan Bhayangkara Nunukan, Budi Susanto, sekitar pukul 14:00 Wita.

“Kartini yang tidak mempunyai keluarga di Nunukan, sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci pakaian dari rumah ke rumah warga,” kata Supangat pada Niaga.Asia, Jum’at (14/01/2022).

Menurut Kapolsek,  salah seorang tetangga tetangga Kartini, bernama Asia, memberikan keterangan, hari Rabu,sempat bertemu dengan Kartini.

“Kondisi Kartini terlihat pucat dan kurang semangat. Kartini mengaku dalam keadaan sakit. Asia menyarankan kepada korban sebaiknya berobat atau memakan obat, setelah pertemuan tersebut, korban masuk ke rumah kos-nya dan tidak lagi terlihat hingga besok harinya, sampai akhirnya menerima kabar Kartini meninggal,” ujar Supangat.

Hari Kamis pagi, tetangga melihat tak ada aktivitas di kamar Kartini. Kemudian warga bernama  Amin Silawani dan Mustofa sekitar pukul 09.00 Wita mendatangi rumah Kartini, tapi  terkunci dari dalam.

Amin dan Mustofa menggedor pintu namun tidak ada jawaban. Kemudian berinisiatif membuka paksa pintu menuju kamar tidur Kartini. Keduanya  melihat tubuh  Kartini terbaring di lantai tidak bergerak dan tidak merespon saat dipanggil.

“Posisi korban dalam kamar berbaring di lantai, ditemukan pula bekas obat yang mungkin dikonsumsi oleh korban,” tutur Supangat.

Warga selanjutnya menghubungi petugas kepolisian untuk dibawa ke rumah sakit. Dari hasil visum dokter, tidak ditemukan bekas-bekas luka ataupun tanda mengarah pada penganiayaan pada korban.

Tidak terlihat pula tanda-tanda keracunan dari obat yang dikonsumsinya, korban kemungkinan meninggal dunia akibat sakit yang telah lama dideritanya. Kesimpulan ini merujuk dari keterangan beberapa saksi yang mengetahui riwayat kesehatan almarhum.

“Korban ini dari Jawa merantau ke Nunukan, dia hidup sendiri di rumah kos, warga sepakat memakamkan jenazah di pemakaman umum Nunukan,” pungkasnya

 Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: