Kasat Resnarkoba: Narkotika Jenis Zenith dari Banjarmasin Diedarkan di Balikpapan

Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan Kompol Roganda (kiri) menunjukkan barang bukti narkotika jenis zenith saat konfrensi pers pengungkapan kasus di halaman depan Mapolresta Balikpapan, Selasa (15/11/2022). (Foto Heri/Niaga.Asia)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Jajaran Satresnarkoba Polresta Balikpapan untuk pertama kalinya mengungkap peredaran gelap narkotika jenis zenith. Obat terlarang tersebut sejak tahun 2018 lalu sudah ditetapkan sebagai narkotika golongan satu atau setara dengan sabu-sabu.

Dua tersangka yang masing-masing berinisial NR dan S turut diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut, berikut dengan barang bukti ratusan butir zenith.

Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan Kompol Roganda mengatakan, pengungkapan kasus terjadi pada 6 November 2022 lalu. Bermula informasi dari masyarakat, bahwa ada transaksi penjualan zenith di salah satu toko kelontongan di kawasan Pasar Damai, Balikpapan Kota.

“Dari laporan tersebut kami melakukan penyelidikan dan mendatangi toko yang dilaporkan milik saudara NR. Saat digeledah ditemukan narkotika jenis zenith sebanyak 233 butir,” kata Roganda saat per rilis pengungkapan kasus, Selasa (15/11).

NR kemudian diamankan beserta barang bukti zenith dan uang tunai hasil penjualan sebanyak Rp 650 ribu. Selanjutnya dibawa ke Mako Polresta Balikpapan untuk dilakukan pengembangan.

“Setelah dikembangkan, NR mengaku mendapatkan barang dari S yang merupakan pemilik toko obat  di sebelah toko NR di Pasar Damai. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap S dan barang bukti zenith sebanyak 122 butir, juga uang tunai Rp 250 ribu,” ungkapnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku telah menjalankan aktivitas haramnya itu sekitar tiga bulan. Barang dibawa oleh seseorang berinisial TA (DPO) dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Di Banjarmasin barang ini memang familiar. Jadi dibawa dari sana. Dititipkan ke NR dan S. Oleh mereka dijual dengan harga Rp 100 ribu per satu strip yang berisikan 10 butir. Murah, tapi kalau ini terus berkembang ini bisa jadi alternatif lain dari sabu yang berada di Kota Balikpapan,” ucap Roganda.

Menurut Roganda, mengkonsumsi zenit dapat mengakibatkan halusinasi. Selain itu juga dapat menyebabkan ketergantungan yang tinggi dan berakibat fatal bagi penggunanya.

“Marketnya adalah anak-anak muda atau pekerja. Karena efeknya itu bisa meregangkan otot yang kaku dan pastinya ini adalah racun dan dapat menyebabkan ketergantungan tinggi. Jadi bisa memberikan efek relaksasi dan melayang atau halusinasi,” pungkasnya.

Penulis: Heri | Editor: Intoniswan

Tag: