Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mengecek peralatan radar Integrated Maritime Surveillance System Sebatik Coastal Surveillance Station Sebatik milik TNI AL di Pulau Sebatik (foto : istimewa/TNI AL)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI) Letjen TNI Joni Supriyanto melaksanakan kunjungan kerja, sekaligus pengecekan kekuatan dan kesiapsiagaan prajurit perbatasan dalam mengamankan wilayah Indonesia di Kabupaten Nunukan, Jumat (10/1).

Tiba di Kabupaten Nunukan menggunakan pesawat komersil Wings Air, Joni membawa turut serta rombongan diantaranya Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Fadjar Prasetyo, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono, serta Danlantamal XIII Trk Laksma TNI Judijanto.

Joni menerangkan, kunjungan kerja ke perbatasan Nunukan adalah sebuah tugas dan keharusan seorang pimpinan, untuk mengetahui sampai dimana kekuatan dan kesiapan prajurit perbatasan dalam mengamankan wilayah Indonesia.

“Kunjungan kami ini terlepas dari isu yang sedang hangat yaitu konflik Natuna yang masih menjadi perbincangan dan perdebatan hangat,” katanya.

Selain mengecek kesiapan prajuritnya, pimpinan TNI juga ingin memberikan suntikan moril, bahwa menjaga perbatasan bukan hal yang mudah. Dimana, prajurit dituntut untuk selalu tanggap dan waspada terhadap segala ancaman, gangguan, hambatan maupun tantangan yang terjadi di wilayahnya.

“Mengingat wilayah ini berada di perbatasan negara, segala kemungkinan harus diwaspadai dan bertindak cepat sesuai aturan,” tegas Joni.

Dari Nunukan, rombongan menyerang ke Pulau Sebatik, mengunjungi Pos Bambangan Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang, Pos Marinir Bambangan, Pos Bukit Keramat Satgas Pamtas Yonif R 600/Mdg.

Pos Marinir Sei Pancang dan Pos AL Sei Pancang mendapat perhatian khusus oleh Kasum TNI, lantaran merupakan pos paling timur wilayah perbatasan pulau Sebatik, dan menjadi penanda bahwa bangsa Indonesia sangat memperhatikan perbatasannya.

“Di sana, ada pos AL Sei Pancang dengan dermaga yang sudah dibeton sepanjang sekitar 2 KM, dilengkapi Satuan Radar TNI AL Integrated Maritime Surveillance System (IMSS) Sebatik Coastal Surveillance Station Sebatik (CSS).

“IMSS dan CSS dapat mendeteksi ancaman ataupun bahaya, karena sudah dilengkapi dengan Radar, AIS dan Long Range Camera,” jelasnya.

Sebelum mengakihiri kunjungannya di Pulau Sebatik, Joni menyatakan kebanggaannya terhadap prajurit perbatasan. Sebab, meski dengan keterbatasan alutsista, mereka tetap mampu memberikan pengabdian dan dedikasi yang tinggi untuk negaranya.

Usai melihat langsung kesiapan prajurit perbatasan, rombongan Kasum TNI kembali ke Pulau Nunukan, didampingi Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo, Dandim 0911/Nnk Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 600/Mdg Letkol Inf Ronald Wahyudi, Danki Satgasmar Ambalat XXV Kapten Mar Shobirin, serta Danposal Sei Pancang Lettu Laut (S) Adi Suseno. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *