Kasus 500 Gram Sabu, Polisi Nunukan Penjarakan 4 Orang Warga Tarakan

Barang bukti 500 gram sabu milik warga Tarakan yang diungkap di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 7 Juli 2022 (handout Polres Nunukan melalui niaga.asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA — Empat orang warga Tarakan, Kalimantan Utara, ditangkap tim Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan, Kamis 7 Juli 2022. Mereka tepergok membawa satu bungkus narkoba berisi 500 gram sabu.

“Tersangka diamankan di Jalan H Beddu Rahim, RT 04 di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara,” kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan Inspektur Polisi Satu Muhammad Ibnu Robbani kepada niaga.asia, Kamis 14 Juli 2022.

Dalam penangkapan, polisi menemukan kemasan bungkus teh China Guanyinwang di dalam kaleng susu usia bayi lima tahun Lactogen 2.

Keempat tersangka masing-masing berinisial ML alias Muli (29) warga Jalan Gajah Mada RT 02 Karang Anyar Pantai di Tarakan Barat, inisial RM (18) warga Tarakan, MQ alias Ari Codet (21) warga Jalan Kusuma Bangsa RT 04 Lingkas Ujung di Tarakan Timur dan MR warga Jalan Gajah Mada Karang Rejo di Tarakan Barat.

“Semua tersangka berprofesi sebagai pekerja swasta yang beralamat di kota Tarakan,” ujar Robbani.

Pengungkapan peredaran sabu berawal dari informasi masyarakat terkait adanya seorang laki-laki berada di Desa Sei Pancang di Kecamatan Sebatik, yang baru tiba dari Tawau, Sabah di Malaysia, diduga membawa sabu.

Polisi mengembangkan kabar itu dengan mendatangi lokasi kejadian. Di mana terlihat orang yang dicurigai bergerak keluar dari arah jembatan kayu Sei Pancang, dengan menumpang ojek motor.

“Ketika dilakukan penggeledahan badan, ditemukan satu bungkus plastik ukuran besar diduga narkotika sabu yang dibawa oleh ML alias Muli,” sebut Robbani.

Berdasarkan pengakuan ML, sabu didapatkan dari seseorang bernama Panjang beralamat di Tanjung Batu Tawau, Sabah, Malaysia. Sabu rencananya akan diserahkan kepada IL dan HD yang berada di kota Tarakan, yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Usai mengamankan ML, tim Reserse Narkoba melakukan kontrol pengiriman di kota Tarakan, di mana kemudian berhasil menangkap dua orang lainnya, RM dan MQ di sekitar Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit Pantai, di kecamatan Tarakan Tengah, kota Tarakan.

“RM dan MQ berperan sebagai penjemput sabu yang dibawa oleh ML. Mereka bertiga di bawah kendali IL yang kini masih dalam pencarian polisi,” jelas Robbani.

RM dan MQ mengaku tidak tahu persis tujuan pengiriman berikutnya setibanya ML di Tarakan. Komunikasi antara tersangka dan IL terputus, dengan dugaan dua orang yang masuk DPO, IL dan HD, sudah mengetahui adanya penangkapan orang suruhannya.

Selain mengamankan tiga orang masing-masing berinisial ML, RM dan MQ yang telah ditetapkan tersangka, polisi juga menyita barang bukti satu unit telepon selular merek Xiaomi, 1 buah kartu anjungan tunai mandiri (ATM) BNI, uang tunai Rp 1.000.000, satu unit iPhone 7, satu unit sepeda motor Honda Scoopy dan satu speedboat beserta mesin 40 PK.

Speedboat mesin 40 PK dijadikan alat bukti kejahatan karena digunakan MR mengantar ML dari Tarakan menuju Sebatik mengambil sabu,” demikian Robbani.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: