Ilustrasi petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) menangani kasus Virus Corona (Covid-19). (Foto : istimewa/Google Images)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Samarinda mencatat 6 pasien Covid-19 sembuh hari ini. Total, ada 18 pasien sembuh, dari 34 kasus pasien terkonfirmasi positif. Dengan begitu, disimpulkan, Samarinda melewati masa puncak pandemi Covid-19.

“Catat ya, pasien sembuh kita 6 orang. Kita sudah melewati puncak pandemik,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih, dalam keterangan dia, Senin (18/5).

Ditanya lebih jauh Niaga Asia, apakah tidak terlalu cepat menyatakan Samarinda telah melewati puncak pandemi Corona? Sebab, untuk di Samarinda, dari 188 pasien dalam pengawasan (PDP) menunggu hasil swab, 50 diantaranya berasal dari Samarinda. Soal itu, Ismed pun punya jawaban, berikut parameternya.

“InsyaAllah. Jumlah yang sembih berbanding yang sakit. Itu pertanda, puncak pandemi bisa kita lewati,” klaim Ismed.

Ismed menerangkan, penanganan Covid-19 saat ini merupakan strategi Dinkes Kota Samarinda, yang memang dilaksanakan di setiap fase epidemik.

Kasus Covid-19 kota Samarinda per hari Senin (18/5). (Sumber : Dinkes Samarinda)

Untuk diketahui, suatu penyakit dikatakan sebagai epidemik, apabila sudah mewabah ke lebih dari satu area, dengan tingkat penyebaran yang cepat, dan sulit diprediksi.

“Penurunan PDP secara epidemiologi, tidak bisa dibiarkan. Tetapi harus disertai dengan spesifisitas yang tinggi. Berbeda pada fase puncak, yang disertai dengan sensitivitas yang tinggi,” sebut Ismed.

“Tim rapid mulai tadi sore, sudah keliling Samarinda di beberapa titik, untuk mengambil sampel. Mulai besok persiapan swab massal di beberapa titik. Di fase penurunan ini, tim rapid dan surveilans, tidak bisa hanya mengandalkan dari pelaporan aktif. Tetapi harus ke lapangan turun aktif, seperti pada fase awal sebelum kenaikan PDP, dan sebelum fase puncak,” ungkap Ismed.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Samarinda dr Osa Rafshodia menambahkan, ada hal penting lain setelah Samarinda melewati masa puncak pandemi Covid-19.

“Sekarang yang paling penting adalah mencegah second wave (puncak epidemik baru) dari tetangga. Terutama Balikpapan, dan Kukar,” demikian Osa. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *