Kasus Narkoba, Bareskrim Polri Tangkap Kurir Hingga Pengendali

Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar menyampaikan para tersangka dan barang bukti diamankan dari pengungkapan empat kasus sejak Agustus hingga September 2021. (Foto Humas Mabes Polri)

JAKARTA.NIAGA.ASIA – Bareskrim Polri mengamankan 11 tersangka penyalahgunaan narkotika. Mereka ditangkap di sejumlah daerah seperti Tangerang Selatan, Serang, Bogor dan Jakarta Timur. Adapun barang bukti yang disita dari berbagai jenis di antaranya ekstasi, ganja dan sabu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar menyampaikan para tersangka dan barang bukti diamankan dari pengungkapan empat kasus sejak Agustus hingga September 2021.

“Mulai 25 Agustus hingga 28 september 2021, ada empat kasus. Dari pengungkapan ini kami masih mendalami apakah ada keterkaitan sebagai satu jaringan atau tidak,” jelas Krisno Halomoan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin lalu.

Krisno menjelaskan, kasus pertama diawali dari penangkapan di Cikupa Tangerang, yang bekerjasama dengan pihak Bea Cukai. Dari penangkapan ini disita barang bukti 500 gram sabu dan 200 butir ekstasi.

“Jaringan ini terungkap dari pengembangan informasi Bea Cukai. Kami berhasil menangkap tiga orang tersangka berinisial ISP, T dan SL,” terangnya.

Untuk kasus kedua, kata Krisno, diungkap tanggal 30 Agustus 2021 dengan TKP di Utan Kayu Utara, Jakarta Timur. Barang bukti yang diamankan sebanyak 1.300 butir pil ekstasi. Tersangka yang ditangkap berinisial AS.

“Tersangka merupakan kurir. Kami sedang menelusuri pengendalinya,” ucapnya.

“Kasus ketiga yang diungkap pada 3 September 2021, dengan barang bukti 47 kilogram ganja dari jaringan Mandailing Natal dan Padang, tersangka yang ditangkap di Bogor sebanyak 7 orang,” lanjutnya.

Terakhir, pengungkapan narkoba jenis sabu seberat 29 kilogram sabu pada 28 September 2021, dengan tersangka lima orang. Masing-masing berinisial R, WWMP, MHF, HS dan E.

“Kami melakukan pembuntutan dari mulai Pulau Sumatera hingga terakhir di sebuah penginapan kawasan Serang dengan tersangka R dan WWMP. Kemudian menangkap penerimanya, MHF, pengendalinya yang ada di Aceh berinsial HS dan terakhir pengendali di Jakarta E,” ungkapnya.

“Kami terus mengembangkan kasus ini karena pengendali HS diduga mengatur transportasi dari Aceh dan Malaysia. Ini masih kita dalami,” sambungnya.

Antar  1,04 Kg Sabu Sambil Ajak Keluarga Liburan

Pada kasus lain, kurir narkoba berinisial IR (31) ini nekat membawa seluruh keluarganya dari Telukbetung Utara, Lampung, ke Jakarta sampai Surabaya untuk melakukan tugasnya mengambil 1,04 kilogram sabu sambil liburan.

Tetapi, begitu tiba di kota Surabaya, pelaku IR langsung dibekuk polisi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, kasus ini terungkap ketika petugas meringkus seseorang berinisial MMS di Sidoarjo.

Dari penuturan MMS ini lah, diperoleh informasi bahwa IR adalah kurir sabu jaringan Jakarta – Surabaya.

Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan. Dari sana, polisi mendapatkan hasil bahwa IR memang benar merupakan kurir narkoba.

“Awal ada penangkapan MMS di Sidoarjo. Dari sinilah ada informasi bahwa IR adalah kurir sabu,” bebernya, Senin (4/10/2021).

Singkat cerita, usai ditangkap, IR mengaku memperoleh sabu dari seorang perempuan yang bernama DES di Hotel H Pasar Baru Jakarta Pusat.

“Tersangka menjadi kurir sabu dari Jakarta ke Surabaya bersamaan dengan mengajak keluarganya untuk liburan,” sambungnya.

Gatot menambahkan, kasus ini masih dalam pengembangan karena salah satu tersangka mengaku mendapatkan sabu dari Jakarta.

Ditresnarkoba Polda Jatim pun, bekerjasama dengan Polda Metro Jaya untuk mengungkap jaringan tersebut lebih dalam.

“Karena pengakuan tersangka IR ini, kita kerjasama dengan Polda Metro untuk menguak jaringan ini lebih dalam,” tuturnya menegaskan.

Atas pebuatannya, pelaku pun dijerat Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sumber : Humas Polda Metro Jaya | Editor : Intoniswan

Tag: