Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, kembali menerima laporan pemeriksaan 14 sample swab diangnosa dan follow Up yang hasilnya 4 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ada 12 sample diangnosa dan 2 sample follow Up dikirim ke BBLK Surabaya, hasilnya 4 orang positif,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan,” Aris Suyono, Selasa (01/12).

Tambahan kasus positif yaitu, Pasien NNK-84 laki-laki, umur 62 tahun, alamat Kecamatan Nunukan. pasien merupakan suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan tangga 24 Oktober 2020, dengan hasil pemeriksaan foto toraks anemia bilateral.

Dari informasi awal, pasien pernah melakukan riwayat perjalanan ke Tanjung Selor pada bulan November atau 14 hari sebelum timbul gejala. Saat ini, tim TGC Nunukan masih menunggu hasil trecing kontak erat Puskesmas Nunukan.

Selanjutnya, Pasien NNK-85 laki-laki, umur 49 tahun, alamat KTP Desa Nampu, Madiun, Jawa Timur, alamat domisili Kecamatan Sei Menggaris. Pelaku merupakan suspek yang ditemukan di salah satu perusahaan di Puskesmas Sei Menggaris.

Pasien-NNK-85 rujuk Puskesmas Sei Menggaris tanggal 18 November 2020 dengan gejala penyakit Ispa dan pasien ada riwayat bepergian dari Surabaya,” terang Aris.

Kasus positif berikutnya adalah, Pasien NNK-86 perempuan, umur 35 tahun, alamat Jalan Tanjung, Kecamatan Nunukan, pasien ini suspek temuan Puskesmas Nunukan yang dirujuk ke RSUD Nunukan dengan gejala awal Ispa dan mengalami gangguan penciuman.

Sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, pasien sempat berobat disalah satu ke klinik kesehatan swasta di Kecamatan Nunukan, pelaku diketahui pernah melakukan perjalanan dari Tarakan tanggal 13 November.

“Pengambilan swab Pasien NNK-86 tanggal 25 November. Dengan hasil positif, pasien diharusnya menjalani karantina mandiri selama 14 hari,” ungkap Aris.

Pasien NNK-87 laki-laki, umur 40 tahun, alamat Jalan Tanjung, Kecamatan Nunukan. Pasien pernah berobat ke klinik swasta di Kecamaan Nunukan pada, tanggal 20 November 2020 dengan gejala penyakit Ispa.

Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Kota Tarakan tanggal 13 November 2020. Atas gejala itu, RSUD Nunukan melakukan pengambilan sample swab terhadap pasien tanggal 24 dan 25 November.

“Pasien NNK-86 dan NNK-87 memilik gejala awal yang sama dan sama-sama pernah berobat di klinik swasta di Nunukan,” tuturnya.

Dikatakan Aris lagi, untuk Pasien NNK-70 dan NNK-73 belum dapat dikatakan sembuh, sebab hasil pemeriksaan swab Follow Up masih positif dan penanganan pasien kembali diserahkan ke tenaga medis RSUD Nunukan.

Dengan bertambahnya kasus positif, teknis kesehatan telah mengambil swab untuk 91 orang dengan rincian, 37 kontak erat karyawan Puskesmas Sedadap, 10 orang kontak erat dan suspek Puskesmas Sedadap, 28 karyawan RSUD Nunukan, 8 pasien suspek RSUD, 5 pasien suspek Puskesmas Nunukan, 1 orang pasien puspel Puskesmas Sei Nyamuk

“Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Nunukan secara kumulatif sebanyak 87 kasus dengan 74 kasus dinyatakan sembuh atau sekitar 85 persen.,” pungkasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *