aa
Wamenkeu, Suahasil Nazara.

JAKARTA.NIAGA.ASIA- Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Katadata yang telah mengeluarkan suatu indeks baru yang disebut Indeks Kelola.

Indeks Kelola merupakan metode pengukur kinerja dan efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan daerah. Pembangunan yang dituju antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan ekonomi.

Hal tersebut disampaikannya ketika memberikan keynote speech pada acara Malam Penghargaan Indeks Kelola 2019 Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD dengan tema “Terobosan Daerah Membangun Negeri” yang diselenggarakan oleh Katadata Insight Center (KIC) di Djakarta Theatre XXI Jakarta Pusat pada Kamis (28/11), sperti dilaporkan situs kemenkeu.go.id.

Wamenkeu menjelaskan bahwa dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pusat Rp2.500 triliun itu 1/3 disalurkan melalui anggaran kementerian dan lembaga (K/L), 1/3 melalui anggaran bendahara umum negara dan 1/3 melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

Wamenkeu mengingatkan kembali konsep desentralisasi keuangan daerah yaitu yang paling utama adalah pemahaman bahwa pemerintah daerah adalah yang paling mengerti kebutuhan daerah setempat dengan harapan seluruh anggaran tersebut dapat memiliki kinerja yang baik dalam memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Wamenkeu  mengajak para pengelola keuangan daerah di manapun untuk mulai mencoba melihat bagaimana cara melihat anggaran APBD sebagai instrumen, sebagai alat untuk menciptakan aset.

“Jika pemerintah daerah (Pemda) mengalokasikan belanja modal menjadi aset, aset menjadi milik perekonomian daerah,” katanya.

Sebagian dari belanja APBN atau APBD akan menghasilkan aset. Aset ini sangat penting karena berfungsi sebagai barang modal seperti contohnya jembatan, gedung kantor, puskesmas, gedung sekolah. Itu adalah aset dan itu adalah modal.

“Kami berharap di tingkat daerah manajemen pengelolaan aset ini menjadi salah satu yang diperkuat juga. Nanti saya ingin titip kepada Katadata meskipun saya ngerti Anda menjaga pendidikan, kesehatan, tata kelola pengelolaan keuangan, di satu titik, Anda perlu lihat aset,” kata Wamenkeu .

Sebagai informasi, KIC adalah unit bisnis dari Katadata dengan spesialisasi riset dan data analisis. Pemberian penghargaan indeks kelola ini merupakan kali kedua setelah pada 2018 KIC memberi apresiasi yang sama kepada 66 kabupaten dan kota.

Indeks Kelola merupakan metode pengukur kinerja dan efektivitas pengelolaan APBD untuk pembangunan daerah. Metode pengukuran Indeks Kelola ini merupakan hasil kerjasama KIC dengan panel ahli ekonomi  independen. (001)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *