Kementan Bantu Peternak di Paser Terdampak PMK

Rapat Koordinasi Dalam Rangka Kesiapsiagaan dan Penanggulangan PMK di Aula Brahman  Cross di  Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, hari ini,  Senin (1/8/2022). (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan kepada peternak di Kabupaten Paser  yang hewan ternaknya terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Munawwar kepada wartawan seusai memimpin Rapat Koordinasi Dalam Rangka Kesiapsiagaan dan Penanggulangan PMK di Aula Brahman  Cross di kantornya, hari ini,  Senin (1/8/2022).

Perkembangan terbaru sebaran PMK di Kaltim, di Paser didapati 29 ekor sapi terjangkit PMK, satu ekor diantaranya mati, kemudian 10 ekor dipotong paksa, dan 18 ekor dalam perawatan.

“Pemberian bantuan bagi peternak terdampak PMK sesuai dengan amanat Presiden  Republik Indonesia pada 23 Juni 2022. Tujuannya untuk membantu pemulihan kerugian dan ekonomi peretnak,” terangnya.

Batas ternak terdampak PMK yang akan dibantu maksimal 5 ekor, baik itu kambing, sapi, kerbau, dan babi.

“Sedangkan besarannya, untuk sapi dan kerbau Rp10 juta per ekor, kambing Rp1,5 juta per ekor, dan untuk babi Rp2 juta,” kata Munawwar.

Sedangkan yang dimaksud dengan terdampak PMK adalah, hewannya mati maupun yang tertular pada daerah yang  masuk  zona merah.

Adapun mekanisme pemberian bantuan  adalah, peternak mengajukan permohonan secara tertulis  dengan melampirkan fotocopy KTP ke Kementan melalui aplikasi iSiknas (Investigasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasioanal.

“Laporan juga harus dilengkapi surat keterangan kepemilikan hewan yang diketahui  oleh kepala Desa/Kelurahan setempat, serta surat keterangan kematian  ternak dari dokter hewan,” kata Munawwar.

Mekanisme pencairan dana bantuan ditetapkan dan disahkan  oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan mempertimbangkan jumlah dana serta waktu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Sedangkan Kepala  Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, drh.Dyah Anggraini,M.Si mengatakan,  untuk mencapai  Kaltim bebas dari PMK, instansinya telah melakukan pemeriksaan klinis, pemotongan bersyarat secara bertahap, pemberian bantuan, serta vaksinasi dan pengendalian lalu lintas hewan ternak.

“Pendepopulasian hewan didampingi dokter hewan, dan dibawah pengawasan dokter hewan,” tambahnya.#

Tag: