Kementerian ATR Petakan Ruang untuk Pembangunan Infrastruktur Perbatasan

aa
Tim Kementerian Agraria dan Tata Ruang ATR didampingi personel Satgas Pamtas RI – Malaysia bertemu tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama dan berdialog dengan masyarakat. Tim ATR  berada di perbatasan dalam rangka memetakan ruang untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Lubis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto Istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tim Kementerian Agraria dan Tata Ruang, sejak hari Minggu (28/7/2019) mulai melakukan pemetaan dan pengukuran kawasan untuk pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Labang dan Desa Lumbis, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam menjalankan tugasnya, tim dari Kementerian ATR yang berjumlah 6 orang didampingi dan dikawal prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang Kodam VI/Mlw dipimpin Lettu Infanteri Defry.

“Tugas kami melakukan pemetaan wilayah Desa Labang dan Desa Lumbis yang rencanya akan dilakukan pembangunan,” kata Ketua Tim Kementerian ATR, Emmy Ramida ST.  Pendampingan oleh Satgas Pamtas sangat tepat karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam kesehariaannya, lagi pula, mereka orang-oarng yang tangguh di medan berat dan memiliki tanggung jawab penuh terhadap wilayah itu.

“Sangat terbantu dengan kehadiran Satgas Pamtas, kita bisa saling berbagi tugas dan mereka memudahkan tugas kami,” bebernya.

aa
Tim Kementerian Agraria dan Tata Ruang ATR didampingi personel Satgas Pamtas RI – Malaysia sedang memetakan titik koordinat ruang wilayah yang akan diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur di Kecamatan Lumbis. (Foto Istimewa)

Selain didampingi Satgas Pamtas, tim dari ATR juga melibatkan tokoh masyarakat,  tokoh adat, tokoh agama  saat bertemu dan berdialog dengan masyarakat dan dalam menjalankan tugas sebagai bentuk penghormatan menjaga tradisi adat dan budaya.

Emmy Ramida menuturkan, masyarakat desa menyambut baik rencana kementerian yang akan membangun wilayah perbatasan dalam tiga sektor yaitu, pembangunan pemukiman, pembangunan PLTD dan pembangunan pertanian dalam bentuk toko penjualan bibit, pukuk dan gudang pupuk.

“Sebelum kita melakukan pemetaan, kami bertemu tokoh-tokoh warga desa, kita saling berdiskusi menyampaikan pendapat hal-hal apa harus dilakukan,” ucapnya.

Setelah menyelesaikan pertemuan dan menjelaskan maksud kedatangan, tim kementerian bersama Satgas Pamtas bergerak melalukan pemetaan  di 15 titik berada di Desa Labang dan 17 titik berada di Desa Lumbis.

Hasil pemetaan wilayah akan menjadi laporan tim kementerian dalam pembahasan selanjutnya di tingkat pusat. Dari laporan ini pula, kementerian bisa memperkirakan besaran anggaran yang akan dipersiapkan.

“Terima kepada Satgas Pamtas yang telah mengawal tim kementerian melaksanakan tugas peninjuan lokasi,” ungkap Emmy.  (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *