Kenaikan Tarif Listrik Tak Berpegaruh Banyak Terhadap Pelanggan

Kantor ULP PLN (persero) Nunukan (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Penyesuain  atau kenaikan tarif listrik pemakaian mulai   1 Juli 2022 bagi pelanggan di Nunukan tidak berpengaruh banyak sebab, tarif listrik yang naik hanya bagi pelanggan R2 dan R3 yang jumlahnya hanya  10% dari total pelanggan yang sebagian besar adalah masuk kelompok R1.

“Pengguna listrik di Nunukan yang  banyak pelanggan R1 dan tahun tarif listrik dibayarnya tak mengalami kenaikan,” kata Manajer PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggaan (ULP) Nunukan, Choirul Anwar pada Niaga.Asia, Rabu (0607/2022).

Pelanggan R2 adalah pengguna golongan  3.500 VA ke atas dan R3 golongan 6.600 VA ke atas, pelanggan P1 dengan daya 6.600 KVA – 200 KVA dan P2 diatas 200 KVA ke atas lebih banyak digunakan oleh kantor-kantor pemerintahan.

Sekitar 90 persen pelanggan di Kabupaten Nunukan adalah rumah tangga golongan R1 dengan daya 2.200 VA ke bawah. Hanya 10 persen rumah tangga memiliki daya listrik besar, hal ini tidak lepas dari pengaruh tingkat ekonomi dan kemakmuran penduduk.

“Rumah-rumah besar bisa daya listriknya di atas 3.500 VA, jumlah pelanggan ini sedikit,” sebutnya.

Penyesuain tarif tidak berlaku bagi sektor dunia industri dan bisnis yang memiliki pekerja banyak, meskipun golongan listrik yang digunakan diatas 3.500 VA, seperti usaha perhotelan atau supermarket.

Hal berbeda berlaku kepada kantor-kantor pelayanan publik, dimana Surat Menteri ESDM No. T-162/TL.04/MEM.L/2022 tanggal 02 Juni 2022 penyesuain tarif pelanggan 3.500 VA listrik R2 keatas yang diantara penggunanya adalah P1 dan P2 kantor pemerintah.

“Industri dan bisnis inikan berkaitan dengan hajat kehidupan orang banyak, jadi pemerintah tetap memperhatikan sisi ekonominya,” bebernya.

Tidak berlakunya penyesuai listrik bagi industri dan bisnis adalah sebuah kebijakan pemerintah dalam menumbuh kembangana dunia usaha dan perbaikan sektor ekonomi pasca pandemi yang terjadi selama 2 tahun di Indonesia.

Dengan adanya penyesuaian tarif, pelanggan R2 berdaya 3.500 VA hingga 5.500 VA dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,7 per Kilowatt Hour (kWh) menjadi Rp 1.699,53 per kWh. Sedangkan pelanggan pemerintah P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kilovolt ampere (kVA) dan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,7 kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh.

“Pelanggan pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp 1.114,74 kWh menjadi Rp 1.522,88 kWh,” jelasnya.

Pemerintah hingga saat ini masih berkomitmen melindungi masyarakat dengan tetap memberikan subsidi listrik kepada pelanggan golongan bersubsidi 450-900 VA, sebagaimana Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan.

“Penyesuaian tarif tetap memperhatikan kondisi masyarakat dan kemampuan masyarakat, terutama bidang industri dan bisnis, semua dipikirkan pemerintah,” tuturnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: