Syaharie Jaang saat melayat di rumah duka (foto : istimewa)

BOGOR.NIAGA.ASIA – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyampaikan duka yang mendalam, atas meninggalnya ibu negara Kristiani Herrawati, istri tercinta Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, di National University Hospital (NUH) Singapura.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Atas nama Pemkot Samarinda, warga Samarinda, keluarga dan pribadi, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Ibu kita, ibu Ani Yudhoyono. Mari kita doakan, semoga Allah SWT melimpahkan pahala dan menempatkan syurga yang layak. Selamat jalan Ibu negara, rakyar akan selalu mengenangmu,” kata Jaang, seperti dikutip dari siaran pers Diskominfo Samarinda.

Jaang yang cukup dekat sengan Susilo Bambang Yudhoyono itu, bersama istrinya, juga melayat langsung ke rumah duka di Cikeas, Bogor, untuk memberikan penghargaan dan ikut mendoakan.

Jaang juga mengikuti salat jenazah, dan tahlilan, di pendopo puri Cikeas, dengan imam Habib Muhammad Empang, sebelum jenazah ibu negara keenam itu dimakamkan. “Beliau (Ani Yudhoyono) ramah, dan perhatian setiap kali bertemu. Beliau yang menyapa duluan. Bahkan, selalu menanyakan istri saya. Bagaimana kabarnya? Salam ya,” kenang Jaang.

Senada disampaikan Ibu Puji setyowati, yang juga cukup akrab dengan urusan sebagai Ketua tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). “Di era beliau yang memprogramkan Rumah Pintar, yang sampai sekarang masih memberi manfaat, dan di Samarinda namanya Rumpin Syejati,” kata Puji.

Selain itu juga, Ibu Ani menjadi sejarah dalam proses “Reinkarnasi” Sarung Samarinda melalui Program DEKRANAS BERSERRI, atau singkatan dari Dewan Kerjinan Nasional Bersih, Sehat, Ramah Lingkungan, Rapi dan Indah, menjadikan Kampung Tenun Samarinda sebagai destinasi nasional.

“Beliaupun pernah mengenakan baju dari bahan sarung Samarinda motif So’bi, saat wawancara di televisi Nasiona,” ungkap Puji. (kmf2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *