
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Dadan Hindayana, hari ini meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung, Karang, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara yang dikelola yayasan Aztrada Garuda Jaya.
Dadan Hindayana dalam kunjungan kerja ke perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Malaysia ini didampingi Direktur kerja Sama dan Kemitraaan BGN, Kolonel Cba. Mu. Rizal Salewangang, pejabat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Balikpapan, Kalimantan Timur, dan secara khusus dihadiri Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud.
“BGN berdiri 15 Agustus 2024 lewat Peraturan Presiden (Perpres) Joko Widodo, atas permintaan Prabowo Subianto untuk memenuhi program kerja pemenuhan gizi bagi anak Indonesia terhitung tahun 2025,” kata Dadan dalam sambutannya.
Seiring berjalannya waktu, keberadaan SPPG terus berkembang mulai dari perkotaan hingga pedalaman dengan jumlah 21.335, termasuk SPPG Sebatik yang berada di daerah terpencil dan pulau terluar Indonesia.
Keberadaan SPPG di Sebatik secara tidak langsung akan meningkatkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, karena tiap pengelola SPPG membutuhkan pasokan bahan baku pangan yang tidak sedikit.
“Tadi saya lihat disini banyak pohon pisang, kebun-kebun pisang masyarakat ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan buah pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar.
Begitu pula untuk peternakan, kebutuhan telur ayam dan daging ayam akan meningkat bersamaan berdirinya SPPG, hal sama bisa terjadi terhadap sektor perikanan baik ikan laut maupun ikan budidaya, atau tambak masyarakat.
Dengan tingginya kebutuhan bahan baku pangan, Dadan, meminta tiap SPPG dapat melengkapi usahanya dengan mengelola sendiri lahan pertanian maupun peternakan agar stok bahan makanan tetap tersedia dengan baik.
“Tiap SPPG mendapatkan anggaran Rp 1 miliar tiap bulan, jika di Sebatik ada empat SPPG, maka setiap bulan Rp 4 miliar APBN masuk kesini,” sebutnya.
Pemerintah pusat melalui APBN di tahun 2026 telah mengalokasikan pagu anggaran ke rekening BGN sebesar Rp 260 triliun. Presiden RI Prabowo Subianto juga menyiapkan Rp 67 triliun untuk kebutuhan tambahan.
Menurut Dadan, guna memaksimalkan program pemenuhan gizi, Presiden Prabowo merekrut anak-anak muda di seluruh pelosok tanah air lulusan sarjana berbagai program studi di didik di Universitas Pertahanan menjadi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)
“Semua SPPG di seluruh Indonesia dipimpin SPPI, syarat ini mutlak untuk memenuhi standar gizi nasional,” jelasnya.
Keinginan masyarakat membangun SPPG sangat tinggi, hal ini terlihat dari data pendirian SPPG di seluruh Indonesia yang sepenuhnya dibiayai masyarakat. Sebagai contoh, SPPG Tanjung Karang ini dibangun oleh H. Nuwardi atau biasa disebut H. Momo.
Kontribusi pembangunan SPPG dari masyarakat ini sangat luar bisa, bahkan BGN di tahun 2025 dan 2026 cukup kewalahan dalam membendung keinginan partisipasi masyarakat mendirikan SPPG ditiap daerah.
“Jika membangun SPPG butuh dana Rp 2 miliar, maka berapa triliun uang disiapkan pemerintah membangun 21.335 SPPG. Inilah hebatnya masyarakat Indonesia dalam membantu pemerintah,” ungkapnya.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intonesia
Tag: MBG