
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menyatakan , Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung, Karang, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara layat dapat sertifikat unggul.
Hal itu disampaikannya saat meresmikan pengoperasian dapur SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di perbatasan Indonesia dan melihat langsung bagaimana proses penyedian MBG di pulau terluar Indonesia.
“Ternyata sangat baik dari berbagai aspek pemenuhan MBG, kata Dadan pada Niaga.Asia, Kamis (22/01/2026).
Dadan mengaku sempat membayangkan bahwa pulau Sebatik sebagai daerah tertinggal yang sulit dijangkau transportasi, namun pikiran itu sirna setelah melihat kehidupan masyarakat yang cukup maju dan berkembang.
Sebagai beranda terdepan di wilayah Indonesia, pulau Sebatik tidak jauh tertinggal dari daerah lainya, keterlibatan warga lokal dalam mendukung program pemerintah pusat dalam sebagai pelaku penyedia MBG patut diapresiasi.
“Setelah melihat SPPG Tanjung Karang, jauh dari ekspektasi pikiran saya, ternyata SPPG ini sangat baik, kalau di sertifikasi layak masuk SPPG unggul,” ujarnya.

Bangunan SPPG Tanjung Karang patut menjadi contoh SPPG lainnya, pembagian ruangan sangat bagus layaknya Petunjuk Teknis (Juknis) buku BGN, begitu pula akses pembagian ruang masuk dan keluar tertata memenuhi standar.
Dalam hal kelengkapan dan sarana dapur masak, Dadan melihat semua produk yang digunakan memenuhi Juknis BGN, SPPG Tanjung Karang juga dilengkapi kendaraan bok sarana pengantaran tertutup rapat.
“Saya yakin pemilik SPPG Tanjung Karang, H. Nuwardi pasti membawa buku Juknis BGN yang sangat tebal, makanya bangunan sesuai standar,” bebernya.
Dadan secara khusus menyampaikan terima kasih kepada SPPG Tanjung Karang, yang mampu menerapkan standar bangunan sesuai Juknis. BGN yakin kualitas makanan diberikan ke penerima manfaat membuat tubuh sehat dan otak cerdas.
Keberadaan SPPG Tanjung Karang dapat menjadi duta bagi Indonesia dalam memperkenalkan penyedian gizi bagi anak pelajar kepada negara tetangga Malaysia, yang mulai melirik program MBG.
“Siapa tahu nanti Malaysia hendak program MBG, di pulau Sebatik sudah ada percontohan SPPG yang layak menjadi duta,” tuturnya.
Tidak hanya mengapresiasi SPPG Tanjung Karang, Dadan dalam keterangan menjamin akan kembali mengabulkan Yayasan Aztrada Garuda Jaya Sebatik ketika nantinya meminta izin pembangunan SPPG baru.
Kualitas bangunan dan penyediaan tenaga kerja serta sarana pendukung lainnya disiakan Yayasan Aztrada Garuda Jaya akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam mengabulkan pendirian SPPG.
“Selama kualitasnya sama seperti ini, saya kira tidak ada alasan bagi pemerintah menolak permohonan pembangunan SPPG,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Azmir Nuwardi Pakki, mengatakan, SPPG Tanjung Karang, melayani penyediaan MBG untuk 5 sekolah dan 2 posyandu dengan jumlah penerima tahap awal 999 orang.
“Kita berdayakan masyarakat lokal untuk bekerja di SPPG, begitu pula kebutuhan bahan pangan diupayakan hasil dari pulau Sebatik,” terangnya.
Yayasan Aztrada Garuda Jaya sangat siap menjalankan pemenuhan gizi sesuai ketentuan mulai dari pekerja masak, kelengkapan dapur peralatan masak, transportasi hingga sterilisasi ruangan kerja ditata sesuai buku petunjuk.
“Mohon dukungan semua pihak melancarkan SPPG Tanjung Karang, kami juga siap bekerjasama dengan masyarakat dalam pengadaan bahan baku MBG,” tutupnya.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: MBG