Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Wendy Lie Jaya. (foto dokumen)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA –Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Wendy Lie Jaya, menyebut kesejahteraan atlet di Berau bersifat relatif atau bersifat tidak mutlak, dan selalu berubah sesuai kondisi keuangan di setiap daerah.

“Kesejahteraan atlet tergantung berapa banyak anggaran dialokasikan  di ABPD  masing-masing daerah. Tapi yang juga  tidak kalah penting adalah tersedia prasarana dan sarana mendukung berkembangnya cabang-cabang olahraga,” kata Wendy, Selasa (8/9/2020).

Saat ini  sarana dan prasarana pendukung untuk beberapa cabang olahraga, misalnya panahan, kriket, dansa, sirkuit balap motor dan lain sebagainya  belum dibangun dan disediakan. Beberapa cabor juga belum memiliki  tempat  berlatih yang permanen.

“Sarana prasarana ini juga faktor pendukung kesejahteraan atlet itu sendiri. Karena saat mereka merasa diperhatikan pemerintah dengan penyediaan tempat latihan, maka secara tidak langsung akan memotivasi para atlet berlatih maksimal guna memberikan yang terbaik bagi Berau. Saat itu terjadi, maka perhatian lebih dan bonus akan mereka dapatkan,” tambahnya.

Terlebih, lebih lanjut dikatakan Bali – sapaan akrabnya, Pemkab ke depan juga berkomitmen memberikan kesetaraan bonus seperti di daerah lain. Juga adanya jaminan masa depan bagi atlet yang prestasi, ketika selesai perlombaan akan diberikan kemudahan menjadi PTT atau tenaga kontrak. Karena Pemkab memang tidak memiliki kewenangan mengangkat atlet sebagai PNS. (mel/adv)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *