Kesulitan Membuktikan Money Politik, Zairin – Sarwono Legowo Kalah

Zairin Zain-Sarwono secara bergantian menyatakan bisa menerima kekalahannya di Pilkada Samarinda 2020 dan ketetapan KPU Kota Samarinda tanggal 17 Desember 2020 dalam pertemuan dengan timses, relawan, dan pendukungnya, serta wartawan media massa, Senin (21/12/2020). (Foto Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Samarinda Nomor 3, H Zairin Zain – H Sarwono menyatakan bahwa mereka berdua bisa menerima kekalahan, keputusan KPU Kota Samarinda yang menetapkan paslon Nomor 2, H Andi Harun – H Rusmadi memperoleh suara terbanyak di Pilkada 2020, tanggal 9 Desember lalu, sekaligus sebagai wali kota dan wakil wali kota Samarinda periode 2021-2024.

Demikian disampaikan Zairin Zain, Sawrno, dan Ketua Timsesnya Mursyid Abdulrasyid secara bergantian dihadapan anggota timsesnya muali dari tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota, serta kepada wartawan media massa di Loa Bakung, Senin (21/12/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KPU Kota Samarinda dalam Rapat Pleno

Rekapitulasi dan Penetapan Penghitungan Suara Tingkat Kota Samarinda yang dilaksanakan Rabu pagi dan berakhir dini hari Kamis (17/12/2020) pukul 04.40 WIT, memutuskan dan menetapkan perolehan ketiga paslon masing-masing, Muhammad Barkati-Muhammad Darlis  83.243, Andi Harun-Rusmadi 102.592 dan Zairin Zain-Sarwono 98.245.

Sedangkan jumlah suara sah dari pemungutan suara yang dilaksanakan tanggal 9 Desember lalu sebanyak  284.080, jumlah suara tidak sah 17.475, dan jumlah suara sah  dan  tidak sah sebanyak 301.555.

Semula Zairin – Sarwono yang perolehan suaranya lebih kecil 4.347 dari Andi Harun – Rusmadi, melalui Kuasa Hukumnya A Vendi Meru, pada tanggal 14 Desember melaporkan enam item dugaan pelanggaran, termasuk money politic dalam Pilkada 2020  ke Bawaslu Samarinda, dan menyampaikan dua tuntutan, yakni Bawaslu merekomendasikan kepada KPU Kota Samarinda menunda rapat pleno yang dijadwalkan tanggal 16 Desember, serta menuntut dilakukan pemilihan ulang diseluruh TPS.

Zairin Zain-Sarwono  minta kepada timses, relawan, dan pendukungnya, serta wartawan media massa, menyampaikan ke msyarakat bahwa tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, sebab terkendala peraturan perundang-undangan, tidak cukup waktu mengumpulkan bukti-bukti adanya money politik dalam Pilkada 2020, Senin (21/12/2020). (Foto Niaga.Asia)

Menurut Zairin, dia bersama Sarwono dan Timses sudah legowo dan bisa menerima keputusan KPU. Oleh karena itu, hari ini  mengumpulkan seluruh tim pemenangan, serta relawan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa, tidak akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi hasil Pilkada Samarina.

“Stelah Bawaslu tak menerbitkan rekomendasi ke KPU  untuk menunda rapat pleno, tidak cukup waktu bagi kami mengumpulkan bukti-bukti adanya money politic sebagai dasar menggugat, termasuk selisih suara di atas ambang batas yang diatur peraturan perundang-undangan apalagi Bawaslu tak menerbitkan rekomendasi ke KPU menunda rapat pleno,” katanya.

Sarwono menyampiakan ucapan syukur dan berterima kasih kepada 98 .245 yang telah memilih Zairin Zain – Sarwono  pada tanggal 9 Desember lalu. (Foto Niaga.Asia)

Sedangkan Sarwono menyampaikan, sikapnya sama dengan Zairin, dengan jiwa besar bisa menerima kekalahan. Selanjutnya, Sarwono akan memposisikan diri mengontrol penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang dijalankan Andi Harun – Rusmadi.

“Siapapun yang memimpin kami akan mengontrol pembangunan Samarinda,” terangnya.

Menurut Sarwono lagi, dengan perolehan suara yang hanya berselisih 4.347 dari pemenang, ia sudah bersyukur dan dipercaya 98.245 pemilih untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota.

“”Kami bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan. Suatu masa kemenangan sesungguhnya akan dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (001)

Tag: