Ketua DPRD Berau Tekankan Prokes Dalam Pembelajaran Tatap Muka

Ketua DPRD Berau Madri Pani. (Foto Rita Amelia/Niaga.Asia)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA–Ketua DPRD Berau Madri Pani mengingatkan agar Dinas Pendidikan (Disdik) Berau harus menekankan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka dimulai Juli nanti,  karena jumlah kasus konfirmasi positif  masih bertambah, meskipun tak sebanyak awal pandemi COVID-19 ada di Berau.

“Setiap sekolah yang mau tatap muka harus menyediakan sarana pendukung seperti tempat cuci tangan. Disdik Berau juga harus berkoordinasi dengan Satgas COVID-19, memastikan teknis pembelajaran sesuai prokes. Pengaturan kapasitas jumlah murid, jarak tempat duduk dalam kelas, dan durasi belajar harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya, Rabu (2/6/2021).

Proses pembelajaran daring yang selama ini berjalan, menurut Madri, memang kurang maksimal.

“Banyak keluhan dari orang tua murid, terkait tugas dan materi yang kurang dipahami anak didik, menjadi pertimbangan mengapa pembelajaran tatap muka perlu dilakukan,” ujarnya.

Satu Kelas Hanya 30 Persen

Sementara Kepala Disdik Berau Murjani, menjelaskan, jika pembahasan sekolah tatap muka ini sudah menemui titik terang. Hasilnya, sekolah di perkampungan atau daerah zona hijau, bisa melakukan sekolah tatap muka di 13 Juli mendatang.

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni pengurangan kuota siswa dalam satu kelas dari  50 persen menjadi 30 persen dari total jumlah siswa.

“Jumlah 50 persen dari murid per kelas dianggap masih banyak dan berpotensi meningkatkan penyebaran COVID-19,” katanya.

Sedangkan durasi pembelajaran tatap muka juga hanya 3 jam saja. Dimana setiap siswa kemungkinan besar masuk minimal 2 kali dalam seminggu.

Sedangkan untuk sekolah di 4 kecamatan kota yaitu Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur, masih melihat perkembangan jumlah konfirmasi positif COVID-19, hingga Juli mendatang.

“ Jika belum zona hijau, kemungkinan pembelajaran daring masih terus dilakukan. Rencananya nanti kita akan lakukan percobaan sekolah tatap muka, dan melihat bagaimana hasilnya untuk dievaluasi,” pungkasnya.

Penulis: Rita Amelia | Editor : Intoniswan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *