aa
Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK saat menerima kunjungan dari Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda dan Institut Agama Islam Negri (IAIN) Samarnda, Selasa (26/11/2019)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA- Dua perguruan tinggi di Kaltim yakni Universitas 17 Agustus (UNTAG) Samarinda dan Institut Agama Islam Negri (IAIN) Samarinda, berkunjung ke DPRD Kaltim, Selasa (26/11/2019) kemarin.

Adapun kehadiran pihak UNTAG dan IAIN Samarinda ini dalam rangka sharing terkait mekanisme pembentukan peraturan dearah (perda). Mereka pun disambut langsung oleh Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, di Gedung D, Lantai II, Sekretariat DPRD Kaltim.

Usai melakukan pertemuan, Rektor UNTAG Samarinda, Marjoni Rachman mengatakan, pihaknya bertemu dengan Ketua DPRD Kaltim dalam rangka silaturahmi dan sharing terkait dengan keterlibatan akademik dalam membantu kinerja kedewanan. “Misalnya, dalam proses pembentukan perda yang dilakukan DPRD Kaltim, UNTAG bisa dilibatkan. Termasuk, saat DPRD Kaltim melakukan uji publik,” ujarnya.

Hal ini dimaksud agar pihak akademik dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan masukan-masukan yang dapat membangun Kaltim lebih baik ke depannya. “Karena menurut kami, masukan dari akademik akan sangat membantu dalam memudahkan wakil rakyat dalam menghasilkan sebuah produk hukum,” terang Marjoni Rachman.

Hal yang sama disampaikan Rektor IAIN, Mukhamad Ilyasin. Menurut dia, keterlibatan akademisi dalam memberikan masukan dan pemikiran pada pembentukan produk hukum merupakan salah satu cara mengoptimaliasasi sebuah aturan.

“Selain itu, kami juga menyampaikan, sekaligus meminta dukungan kepada DPRD Kaltim terkait dengan rencana pergantian status IAIN Samarinda menjadi Universitas Islam Negri (UIN) Samarinda,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK memberikan apresiasi kepada UNTAG dan IAIN Samarinda yang telah berkunjung ke DPRD Kaltim. “Ini bentuk silaturahmi yang baik, dan harus tetap dijaga,” bebernya.

Selain itu, ia juga menyambut baik niatan UNTAG dan IAIN dengan melakukan komunikasi dengan baik serta bersedia membantu DPRD Kaltim dalam proses pembentukan perda. “Harapan saya begitu, segenap stakeholder yang ada di Kaltim, terutama perguruan tinggi yang sesuai dengan bidangnya, kita minta untuk dilibatkan,” harapnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *