ilus
ilustrasi

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Kewenangan menertibkan kawasan laut yang digunakan petani untuk budidaya rumput laut di Nunukan dan Sebati, Kabupaten Nunukan, dimana sekarang ini sudah meluas ke zona pelayaran dan mengancam keselamatan pelayaran ada di Pemerintah Provinsi Kaltara, dimana secara teknis dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan, Sidik Agus S pada Niaga.Asia, Sabtu (14/4/2018). “Kita sudah mendengar keluhan dari KSOP Nunukan maupun Lanal Nunukan,” ungkapnya.

Menurutnya, meski di Kabupaten Nunukan ada DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) tapi kewenangannya tidak mencakup laut, tapi pada perikanannya. “Jadi kita tidak bisa masuk sampai mengatur kawasan laut mana yang tidak boleh digunakan sebagai lokasi budidaya rumput laut,” ujar Sidik.

Danlanal Nunukan Keluhkan Alur Pelayaran Dipenuhi Tali Rumput Laut

Tali Rumput Laut Mengancam Keselamatan Pelayaran di Nunukan

Transaksi Rumput Laut Kering Mencapai Rp 20 Miliar/Bulan

Ia menyebutkan,  berkembangnya budidaya rumput laut pasti berdampak terhadap luasan laut yang dipakai petani untuk budidaya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebaiknya cepat mengantisifasi pengaturan batasan laut untuk budidaya.

Tanpa batasan yang jelas, kata Sidik, petani dipastikan terus berinovasi menggunakan laut. Petani  tidak mengerti  kawasan mana untuk budidaya dan kawasan mana yang dilarang untuk budidaya karena bagian dari alur pelayaran. Bagi petani, seluas mata memandang, disanalah mereka bisa membentangkan tali-tali rumput laut. “Soal kelautan wewenang Dinas  Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara,” ujarnya. “Wewenang DKP Kabupaten terbatas pada urusan  perikanan,” tuturnya.

Ia juga minta Pemprov Kaltara memperhatikan  pemanfaatan  pinggiran laut sebagai lokasi penjemuran rumput laut. Bangunan-bangunan petani yang  tidak tertata  telah mengganggu keindahakan kota Nunukan. “Kalau bisa, petani dialokasikan lokasi  khusus pengeringan rumput. Sekarang ini petani  membangun tempat pengeringan rumput sepanjang bibir pantai,” tuturnya. (002)

Berita Terkait