Ax
Pesawat Batik Air jenis Airbus A320 di apron Bandara APT Pranoto Samarinda (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, segera naik jadi bandara kelas I, dan dikelola dalam bentuk Badan Usaha Bandar Udara. Tim penilai Kemenhub dan KemenPAN & RB, menyatakan puas dengan kinerja UPBU Bandara APT Pranoto.

Tim dari Kemenhub dan KemenPAN & RB adalah Asisten Deputi Bidang Kelembagaan KemenPAN & RB, Karo Kepegawaian dan Organisasi Kemenhub, serta Sekjen Perhubungan Udara. Ketiganya beres melakukan penilaian, Kamis (4/4).

“Mereka datang langsung, puas dengan Bandara APT Pranoto,” kata Kepala UPBU APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi, Jumat (5/4).

Berita terkait :

https://www.niaga.asia/bandara-apt-pranoto-samarinda-naik-kelas-i-bakal-seperti-hang-nadim-batam/

Dodi menerangkan, prestasi yang ditorehkan Bandara APT Pranoto yang beroperasi belum genap 6 bulan, merupakan buah kerja keras banyak pihak, tidak hanya UPBU APT Pranoto.

“Meski saya tertatih-tatih membenahi kekurangan satu persatu. Misalnya, soal kebersihan bandara, ditangani pihak ketiga. Juga nanti benahi soal landscaping, pemandangan sekitar bandara, dan segala macam. Rumput juga. Pelan-pelan ya. Karena dananya terbatas,” ungkap Dodi.

Ax
Penumpang turun dari pesawat yang parkir di apron Bandara APT Pranoto Samarinda (foto : Niaga Asia)

Dodi sendiri, tidak menutup diri, adanya kritikan dari pengguna jasa Bandara APT Pranoto, yang justru membuat pengelolaan bandara menjadi lebih baik. “Ada komplain sedikit wajar. Tapi soal kinerja, dan pergerakan pesawat juga penumpang kita, luar biasa. Dalam waktu 1 tahun, kami akan lebih baik,” jelas Dodi.

Dodi juga mengapresiasi, beragam respons masyarakat Kalimantan Timur. “Masyarakat Kaltim ini bisa memahami. Yang kerja bukan cuma kami tentunya, tapi perlu peran serta semua masyarakat,” ungkapnya lagi.

“Saya pegang hampir 8 bandara, saya bangun, mulai dari bandara kecil. Kita ingin semua ramai, supaya berkembang. Tinggal komitmen saja, dan memang pembenahan kedepan, perlu waktu,” tutup Dodi.

Saat ini, Bandara APT Pranoto Samarinda (AAP) dengan panjang runway 2.250×45 meter itu, melayani penerbangan antara lain ke Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Banjarmasin, Berau, dengan penumpang rata-rata 3.500 per hari, menggunakan pesawat jenis ATR-42, ATR-72, Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, serta Airbus A320.

Rencananya, deretan rute berikutnya yang bakal dilayani bandara yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2018 lalu itu, adalah Denpasar, Bandung, Semarang, Kendari, Palu dan Maratua. Tahun ini juga, rencananya bakal dilakukan pemasangan kelengkapan keselamatan penerbangan berupa Air Field Lighting (AFL) senilai hampir Rp 20 miliar oleh Kemenhub. Seperti diantaranya lampu runway, lampu apron, dan Instrument Landing System (ILS) (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *