aa
Adqo Mardiyanto

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Kinerja ekonomi Kalimantan Timur Triwulan II-2018 terhadap Triwulan II-2017 tumbuh sebesar 1,84 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 12,13 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Net Ekspor Antar Daerah sebesar 12,10 persen.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Adqo Mardiyanto dalam jumpa pers di Kantor BPS Kaltim, hari Senin (6/8).

Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Triwulan II-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp 156,60 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 114,95 triliun.

Bila dibandingkan triwulan sebelumnya, kinerja ekonomi Kalimantan Timur Triwulan II-2018 tumbuh sebesar 0,11 persen (q-to-q), sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,66 persen.Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q dicapai oleh Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 7,15 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 46,11 persen. “Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur Semester I-2018 dibandingkan dengan Semester I-2017 tumbuh sebesar 1,81 persen (c-to-c),” kata Adqo.

Pada bagian lain diungkapkan, kondisi ekonomi konsumen di Kaltim  pada Triwulan II-2018 mengalami peningkatan yang ditandai oleh peningkatan besaran nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) menjadi 119,44.

“Peningkatan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan II- 2018 terutama disebabkan oleh peningkatan pada ketiga komponen ITK. Peningkatan yang signifikan terjadi pada komponen pendapatan rumah tangga dan volume konsumsi rumah tangga,” tambah Adqo.

Perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2018 tidak lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi Triwulan saat ini. Hal ini ditandai dengan nilai ITK sebesar 92,24. Komponen pendapatan rumah tangga mengalami penurunan, namun rencana pembelian barang tahan lama meningkat. (001)

Berita Terkait