
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi momen bahagia bagi Camat Long Kali Kabupaten Paser, Muhammad Arfah. Dia membawa pulang emas 20 gram dari Pemprov Kaltim, usai ditetapkan sebagai Camat terbaik pertama se-Kaltim 2026, Jumat 9 Januari 2026 kemarin.
Pagi itu hujan gerimis mengiringi upacara HUT ke-69 Kaltim di Stadion Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memimpin upacara peringatan HUT saat itu.
Setelah semua proses upacara berjalan, di atas panggung, Rudy membacakan deretan nama-nama Camat terbaik di Bumi Etam tahun 2026 ini.
Di posisi pertama terpilih Camat Long Kali Kabupaten Paser Muhammad Arfah, disusul pada posisi kedua Camat Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Burhanuddin, dan terbaik ketiga diberikan kepada Camat Balikpapan Barat, Erwin.
Dengan menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) berwarna putih bersih lengkap dengan beberapa atribut yang menempel pada pakaiannya, para Camat terbaik ini dengan bangga menerima penghargaan dari Gubernur Rudy Mas’ud.
Tidak hanya membawa pulang piagam penghargaan, para Camat ini juga membawa pulang emas seberat 20 gram, 15 gram untuk terbaik dua dan 10 gram untuk terbagi tiga, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Sebagai Camat terbaik pertama se-Kaltim, M Arfah tidak pernah menyangka akan berdiri di posisi pertama. Selama menjadi Camat, baginya menjalankan tugas adalah kewajiban, bukan ajang mengejar medali.
“Kaget, sama sekali tidak menyangka. Kami di kecamatan yang ada di perbatasan dengan segala keterbatasan yang ada, Alhamdulillah masih bisa meraih ini,” kata Arfah, di Stadion Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda.
Predikat Camat terbaik yang diraih Arfah bukan tanpa alasan. Tim penilai yang terdiri dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (BPOD) Kaltim hingga Asesor SDM Aparatur menerapkan standar ketat.
Dalam proses seleksi yang dilakukan di Mahakam Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan pada awal 2025 lalu, para kandidat diuji secara komprehensif mengenai kepemimpinan dan dampak sosial program mereka.
Keunggulan Arfah terletak pada berbagai program inovasi yang ditawarkan. Salah satu program andalannya adalah Sapa Warga Long Kali. Melalui program itu, perangkat kecamatan melakukan jemput bola pembuatan KTP dari pintu ke pintu secara gratis. Hadirnya program ini untuk mencegah terjadinya pungutan liar (Pungli) yang kerap terjadi di lapangan dalam proses administrasi.
“Alhamdulillah ini sangat membantu masyarakat dan memuaskan masyarakat Long Kali,” ujar Arfah.
Tak hanya itu, program lainnya yang tidak kalah menarik adalah Camat Menyapa. Dalam program ini, pejabat dan pegawai kecamatan diwajibkan bermalam di desa-desa terpencil. Tujuannya agar para aparat desa merasakan langsung kehidupan masyarakat dan mendengar keluh kesah warga.
Untuk sektor penggerak perekonomian, pihaknya juga menghadirkan program Klinik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program ini menjadi pusat konsultasi bagi pengelola BUMDes, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi bisnis, agar berhasil.
Tidak hanya itu, Arfah juga sukses menggeser paradigma agraris warga Long Kali dari ketergantungan pada sawit menuju perkebunan jambu air, yang kini menjadi komoditas unggulan daerahnya.
“Kita bisa merubah asumsi masyarakat dari perkebunan sawit menjadi perkebunan jambu air. Kami optimistis bisa sukses nantinya,” sebut Arfah.
Gelar Camat Terbaik se-Kaltim ini melengkapi lemari prestasinya. Sebelumnya, Arfah telah dinobatkan sebagai Camat terbaik pada HUT ke-66 kabupaten Paser.
Emas 20 gram yang dia bawa pulang dianggap bukan sebagai kekayaan pribadi, melainkan simbol perjuangan masyarakat Long Kali.
“Emas ini akan menjadi kenang-kenangan seumur hidup. Akan saya simpan dengan baik,” demikian Muhammad Arfah.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Camat TerbaikHUT KaltimKaltimPaserPemprov Kaltim