Sersan Taruna Ripman Agreynaldi berfoto bersama keluarganya (foto : handout/Kodim 0913 PPU)

PENAJAM.NIAGA.ASIA – Ripani dan Sumanti, suami istri yang juga petani dan tinggal di Babulu Darat, Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) patut berbangga. Putranya, Ripman Agreynaldi (19), anak pertama dari 3 bersaudara, kini tercatat sebagai taruna akademi militer berpangkat sersan. Berikut sedikit cerita tentang Ripman Agreynaldi.

Sebelumnya, Ripman memang bercita-cita ingin menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mewujudkan cita-citanya itu, dia pun sempat mendatangi Koram 03 Babulu. Saat itu, diterima Danramil Kapten Infanteri Slamet Pamuji.

Di markas Koramil 03 Babulu, Ripman mendapatkan masukan, dan arahan, tentang prosedur menjadi TNI. Langkahnya semakin mantap, untuk menjadi prajurit. Sejak saat itu juga, dia pun rutin mendatangi Koramil 03 untuk berlatih.

Bak gayung bersambut, Danramil Babulu merespons. Dia memerintahkan anggotanya, untuk melatih Ripman, dan melakukan pembinaan baik fisik maupun mental Ripman.

Sersan taruna Ripman Agreynaldi, menjadi satu-satunya putra terbaik PPU, yang lolos sampai ke tingkat pusat. Itu, tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga PPU dan juga Kodim 0913/PPU, bisa memiliki generasi penerus bangsa dari Akmil, yang sebelumnya hanya Tamtama dan Bintara.

“Kepada para remaja, yang masih duduk di bangku SMA, untuk mempersiapkan diri, bersemangat dan berjuang untuk bisa menyongsong cita-cita,” kata Ripman, dalam penjelasan dia kepada media, dilansir Penerangan Kodim 0913/PPU, Kamis (24/7).

Ripman menerangkan, cita-cita tidak hanya menjadi taruna Akademi Militer TNI saja. Melainkan semua cita-cita yang diinginkan, harus dipersiapkan sedini mungkin. “Agar mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Ripman.

Sementara, Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud mengatakan, bagi generasi muda lulusan SMA asal PPU yang memenuhi syarat sehat jasmani dan rohani, agar bisa mengikuti jejak Sersan Taruna Ripman.

“Ini sebagai bukti, bahwa masuk TNI, tidak dipungut bkaya dan tidak harus anak pejabat, atau orang berbeda,” kara Mahmud. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *